Istri Epy Kusnandar Mengalami Kekerasan Oleh OTK
Karina Ranau, istri mendiang aktor Epy Kusnandar, mengaku menjadi korban dugaan kekerasan oleh seorang pria tak dikenal di depan warung miliknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Hari Senin, 15 Juni 2026 kemarin siang saat Karina tengah bersiap membuka usahanya.
Insiden bermula sekitar pukul 11.45 WIB saat seorang pria datang menggunakan sepeda motor dan hendak memesan makanan. Saat itu, warung Karina masih belum beroperasi dan bagian depan masih tertutup terpal karena baru akan dibuka sekitar 15 menit kemudian.
Menurut Karina, pria tersebut langsung membuka terpal penutup warung dan meminta dilayani saat itu juga dengan membentak.
“’Bapak sebentar ya Pak, kita bukanya sebentar lagi. Bapak tunggu dulu di tenda ya Pak, nanti kita panggil kalau sudah’. ‘Nggak, ini aja mau sekarang aja pesannya’. Pokoknya dengan suasana tidak enaklah dari awal.” Jelas Karina saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Ketegangan kemudian meningkat saat pria tersebut memarkirkan sepeda motornya di depan ruko milik orang lain yang berada di samping warung. Karina mengaku menegur pria itu secara baik-baik lantaran khawatir mengganggu aktivitas tetangga dan ingin menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar.
“’Bapak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya nggak enak’. ‘Entar dulu kenapa sih, ngegas amat!’ Ya keluarlah kata-kata itu, sambil nyamperin saya di sini.” Ucap Karina.
Ketegangan mencapai puncaknya saat pria tersebut berjalan mendekati perempuan berusia 43 tahun itu dengan emosi yang meluap. Karina Ranau mengaku merasa terancam sebelum akhirnya pelaku melakukan kontak fisik secara tiba-tiba. Karina menyebut pria tersebut mendorongnya hingga tubuhnya terpental dan jatuh tersungkur di pinggir jalan.
“Ternyata dia nggak mukul, dia mendorong, dan mendorongnya kencang banget. Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana. Ya itu, saya juga syok sampai keliyengan gitu, sampai nggak tahu yang kebentur itu apa.” Beber Karina.
Setelah kejadian tersebut, Karina Ranau segera mengambil tindakan tegas dengan melaporkan insiden ini ke pihak kepolisian. Ia telah menjalani pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) serta melakukan visum untuk melengkapi bukti dugaan kekerasan fisik yang dialaminya.
“Saya datang melapor dan memang prosedur di sana kita harus ikutin prosedurnya untuk bikin laporan. Untuk ngebawa orang juga harus ada sesuai BAP-nya, ada bukti visumnya apa segala macam. Jadi sudah sempat ke visum juga diantar sama Bapak Polisinya.” Ucap Karina.
Kasus kekerasan yang menimpa Karina Ranau kini memasuki tahap penanganan oleh pihak kepolisian setelah pelaku disebut telah diringkus.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik, karena Karina mengaku mengalami tindakan kekerasan yang membuatnya merasa tidak terima.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Karina juga harus menghadapi komentar miring dari sebagian netizen. Ia menilai ada pihak yang meremehkan kasus yang dialaminya.
Kasus kekerasan yang menimpa Karina Ranau kini memasuki tahap penanganan oleh pihak kepolisian setelah pelaku disebut telah diringkus.
Reaksi itu membuat Karina meradang dan akhirnya membalas sejumlah komentar yang dianggap menyudutkan dirinya. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan hal yang bisa dianggap sepele.
Sebelumnya, pihak keluarga pelaku dikabarkan sempat mendatangi Karina untuk meminta maaf. Mereka juga berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, permintaan damai itu ditolak secara tegas oleh Karina. Ia memilih untuk tetap melanjutkan proses hukum yang sudah berjalan. Menurutnya, keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Ia merasa perlu ada kejelasan dan keadilan atas apa yang telah dialaminya.
Sebagai istri mendiang Epy Kusnandar, Karina menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Ia ingin proses hukum tetap berjalan sampai tuntas agar ada pertanggungjawaban yang jelas dari pihak pelaku.
“Prosesnya sudah (berjalan). Orangnya sudah di sana (diamankan/ditahan). Sudah diproses.” Ucap Karina.
Walau demikian, ia enggan untuk menemui pelaku. Karina mengaku masih trauma sehingga tidak ingin melihat muka pelaku kekerasan itu. Karina mengaku masih trauma alami kekerasan OTK, sehingga tidak ingin melihat muka pelaku.
“Kemarin itu dia ada di sana, saya juga ada di sana, tapi saya enggak mau ketemu. Malas saya lihat mukanya, saya masih trauma.” Ujar Karina.
Kasus kekerasan yang menimpa Karina ini pun menjadi buah bibir publik. Namun, tak sedikit yang justru menghujat pemilik kedai makanan ini. Melalui akun Instagramnya @karinaranau9, ia mengunggah komentar seorang netizen yang menghujatnya di sosial media. Dirinya dituding melakukan hal itu hanya untuk konten.
“Karyawan pd diem dan itu bnyk cwok agak aneh sih, penganiayaan ringan sih jadi bisa damai tinggal cabut aja laporannya klo bnrn dilaporin. Kesimpulan sy sih ini konten.” Tulis akun Instagram @Achuy14.
Hal ini sontak membuat Karina Ranau geram. Dirinya justru dituding hanya membuat konten dari kasus kekerasan ini. Tidak kehabisan ide, Karina pun juga mengomentari nyinyiran netizen tersebut dan mengunggah fotonya. Dirinya mengajak orang tersebut untuk minum kopi agar tidak membuat kesimpulan yang salah.
“Hai ibu @achuy14, ngopi yuk buuuu, biar kesimpulannya gak salah.” Balas Karina.
Unggahan tersebut pun langsung dibanjiri komentar. Banyak pula yang menghujat balik orang tersebut. Caranya itu terbukti membuat netizen kapok. Pasalnya, akun tersebut langsung menuliskan permintaan maaf di kolom komentar.
Dia meminta maaf dan justru mendukung Karina untuk melaporkan pelaku. Tak hanya itu saja, pria tersebut juga menuliskan bahwa dirinya akan mendatangi kedai Karina Ranau untuk bersilaturahmi. Dirinya juga menyarankan agar Karina tidak berdamai dengan pelaku. Ia juga menyebut bahwa 2 alat bukti sudah cukup untuk melaporkan pelaku.
“MAAFKAH SAYA JIKA KESIMPULAN SAYA SALAH, SILAHKAN DIPROSES HUKUM ITU BAPAK YANG DORONGIN IBU, KARENA MENURUT SAYA ITU SUDAH CUKUP ADA 2 ALAT BUKTI YAKITU ADA VIDEO DAN BANYAK SAKSI. PROSES HUKUM DAN JANGAN BERDAMAI. KETIKA SUDAH ADA VONIS DARI HAKIM YANG BERKEKUATAN HUKUM TETAP, SAYA AKAN SILATURAHMI NGOPI, JAJAN, DAN MAKAN DISANA. HATUR NUHUN.” Tulisnya.
