Ruben Onsu Menjadi Korban Penipuan

Ruben Onsu dikabarkan menjadi korban dugaan penipuan dalam proyek pengadaan mukena. Minola Sebayang selaku kuasa hukum menjelaskan, bahwa kliennya diperkirakan alami kerugian hingga miliaran rupiah akibat proyek yang tidak kunjung terealisasi.

Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu menjelaskan awal kerjasama terjadi. Sang artis, dikenalkan oleh temannya.

“Ruben dikenalkan oleh temannya ke seseorang yang bernama Philipus Suprihatin itu yang ada dalam postingannya Ruben.” Ujar Minola Sebayang saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan.

Philipus Suprihatin menjanjikan akses ke perusahaan besar, PT Venteny Fortuna Indo.

“Philipus ini mengatakan bahwa dia bisa mengenalkan atau menjadi jembatan bagi Ruben dengan sebuah PT, nama PT-nya itu PT Venteny Fortuna Indo.’ Tutur Minola.

Ruben Onsu jelas sangat antusias dengan rencana tersebut. Mengingat momen Ramadan sesuai dengan barang yang diproduksi.

“Ruben berpikir bahwa memproduksi mukena itu salah satu bisnis yang mungkin akan bisa menghasilkan, ya momentumnya tepat.” Tutur Minola.

Setelah terjalin komunikasi, Philipus Suprihatin meminta uang ke Ruben Onsu. Katanya, ini menjadi prosedur pabrik yang jika ingin memproduksi barang, harus membayar uang muka. Tidak berhenti sampai di situ, Philipus juga meminta biaya tambahan untuk keperluan menjamu pihak-pihak terkait.

“Untuk mencari pabrik dengan harga yang bagus, dia memerlukan beberapa biaya untuk entertain.” Ujar Minola.

Karena rasa percaya yang tinggi, Ruben Onsu pun menuruti permintaan tersebut dan melakukan transfer berkali-kali. Aliran dana tersebut diketahui masuk ke dua nomor rekening yang berbeda sesuai instruksi pelaku.

“Satu ke rekening pribadinya Philipus sendiri, satu ke rekening PT Venteny Fortuna Indo.” Tutur Minola.

Dalam kerjasama ini, tertera juga dokumen perjanjian. Nilai kontrak yang disepakati pun terbilang besar yakni Rp 5,5 miliar.

“Komposisinya kalau enggak salah 60-40, Ruben sudah melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Dia mentransfer uang baik untuk kepentingan entertain ke rekening pribadi Philipus ini maupun ke rekening PT yang diminta.” Ujar Minola.

Sangat disayangkan, hingga Lebaran berlalu, produk mukena yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi. Berdasarkan penelusuran, uang yang dikirimkan Ruben ternyata tidak pernah diteruskan ke pihak pabrik konveksi.

Kondisi ini tentu saja berimbas buruk pada manajemen keuangan Ruben Onsu. Rencana bisnis yang sudah disusun rapi menjadi berantakan dan menimbulkan kekacauan pada siklus perputaran uang.

“Harusnya uang itu bisa digunakan untuk kepentingan yang lain, namun saat ini uang itu menjadi uang yang hilang.” Ucap Minola.

Saat Ruben mencoba melakukan komplain dan meminta pertanggungjawaban, Philipus justru menghilang tanpa kabar. Nomor telepon yang biasa digunakan untuk berkomunikasi pun kini sudah tidak aktif lagi dan tidak bisa dihubungi.

“Bukan menjelaskan, bukan mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan oleh Philipus ini, malah Philipusnya ini tidak bisa dihubungi lagi.” Tutur Minola.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ruben_onsu, secara berani memajang foto terduga pelaku. Langkah ekstrem ini diambil Ruben bukan tanpa alasan. Dia merasa sudah tidak ada jalan lain untuk mencari keberadaan sosok yang telah merugikan bisnisnya tersebut.

Dalam keterangan unggahannya, Ruben menuliskan, “Maaf terpaksa mengupload foto orang ini, mungkin ada yang kenal?” Ruben juga secara gamblang membongkar identitas pria yang tengah dicarinya itu. Dia menyebutkan pria tersebut menggunakan identitas ganda untuk melancarkan aksinya.

“Dia mengenalkan diri dengan nama ZIEL PHILIPS tapi nama Asli nya PILIPUS SUPRIHATIN.” Tulis Ruben.

Berdasarkan keterangan Ruben, permasalahan ini bermula dari sebuah kesepakatan bisnis. Ruben menjelaskan ini merupakan bentuk kerja sama antara perusahaannya dengan pihak yang bersangkutan.

Namun, dalam perjalanannya, terdapat instruksi transaksi yang mencurigakan dan tidak sesuai dengan prosedur korporasi yang sehat. Ruben membeberkan kronologinya soal kerja sama di antara mereka yang berujung tidak menyenangkan.

“Maaf sekali lagi, kenapa saya terpaksa mengupload karena ulahnya cashflow jadi berantakan dan sangat berdampak, ini adalah KERJASAMA perusahaan saya dengan beliau dan semua transaksi atas nama perushaaannya sesuai diarahkan beliau yang ada di daerah Jaksel dan transfer ke rek pribadinya.” Jelas Ruben.

Praktik pengalihan dana ke rekening pribadi inilah yang diduga menjadi penyebab utama kekacauan keuangan di pihak Ruben. Dampak dari tindakan Pilipus Suprihatin atau Ziel Philips ini dirasakan sangat mendalam oleh manajemen Ruben Onsu. Ruben menegaskan unggahan tersebut terpaksa dilakukan demi menyelamatkan aset dan materi yang telah dia keluarkan.

“Sekali lagi saya terpaksa memposting karena ini berkaitan dengan materi yang sudah saya keluarkan.” Ungkap Ruben.

Dia menambahkan tindakan ini juga bertujuan untuk menyelematkan perusahaannya dan orang lain agar tidak terkena tipu seperti diriya.

“Membuat semua keuangan perusahaan berantakan, dan semoga tidak ada korban lain lagi dari orang ini.” Ujar Ruben.

Hingga saat ini, keberadaan Ziel Philips alias Pilipus Suprihatin dikabarkan menghilang tanpa jejak. Ruben pun masih menunggu itikad baik dari yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

“Yang hilang kabarnya, tujuannya saya ingin bertemu orang ini, dan menunggu etikad baiknya.” Tulis Ruben.

Jika dalam waktu dekat tidak ada respons positif, Ruben telah menyiapkan langkah hukum dengan melibatkan kuasa hukumnya, Minola Sebayang. Ruben mengarahkan pelaku atau siapapun yang memiliki informasi untuk segera menghubungi pihaknya.

“Jika tidak mau hub saya, bisa hub bang @minola6000 ya.” Tegas Ruben.

Menariknya, kasus ini tampaknya merupakan puncak gunung es dari masalah yang lebih besar. Ruben Onsu memberikan sinyal bahwa masih ada oknum lain yang terlibat dalam lingkaran kerugian perusahaannya, termasuk seseorang yang diklaim aktif dalam dunia politik.

“Dan untuk oknum lainnya juga masih ada, yang katanya masih aktif di partai dan … ( nanti satu-satu di upload ya, karena juga udah sangat keterlaluan karena ulahnya sangat berdampak sekali).” Ujar Ruben.

Dia menutup pernyataannya dengan permohonan maaf kepada pengikutnya di media sosial karena harus membagikan konten yang bersifat pribadi dan penuh ketegangan seperti ini.

“Terima kasih yaaa, sekali lagi maafkan.” Pungkas Ruben.