Diding Boneng Meninggal Dunia
Komedian dan aktor senior Diding Boneng meninggal dunia pada Hari Senin, 3 Agustus 2026 pagi puku P6.04 WIB. Diding Boneng mengembuskan napas terakhir setelah 10 hari dirawat di RS Tarakan karena beberapa penyakit.
Pihak keluarga almarhum, Zainal Arifin, menjelaskan kronologi meninggalnya Diding Boneng. Awalnya pria yang dikenal lewat adegan ‘onde-onde’ dalam film Warkop DKI itu mengeluh sakit lambung. Dikira maag biasa, ternyata cukup serius. Akhirnya keluarga membawa pemilik nama asli Zainal Abidin itu ke rumah sakit.
“Begitu ke dokter, ternyata dokter bilang ada stroke. Akhirnya disarankan opname di rumah sakit. Opname di rumah sakit Tarakan selama 10 hari.” Beber Zainal Arifin saat ditemui di rumah duka kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat.
Selama dirawat di RS, Diding Boneng ditempatkan di unit khusus penanganan stroke. Hasil pemeriksaan medis menyeluruh memperlihatkan dia mengidap stroke dan hipertensi, bukan maag. Penyakit tersebut menambah deretan penyakit yang dia idap selama ini. Keluarga menjelaskan bahwa Diding Boneng juga punya riwayat penyakit asma menahun.
“Setelah diperiksa dokter maagnya gak ada, yang ada asma dan hipertensi, stroke. Makanya waktu di Tarakan dia ditaruh di unit stroke, karena memang stroke.” Tutur Zainal Arifin.
Sepulang dari RS, Diding Boneng dapat kembali beraktivitas normal. Dia bahkan menunjukkan keinginan kuat buat keluar ke TIM (Taman Ismail Marzuki) cari udara segar. Sayang keluarga melarang, dikhawatirkan dia akan mengalami serangan mendadak di sana dan terjatuh. Oleh karena itu, hari-hari terakhir Diding Boneng dihabiskan di rumah.
“Sepulangnya dari rumah sakit itu tenang aja dia, tenang. Memang tidak boleh keluar oleh keluarga. Jadi di kamar aja, nggak keluar-keluar. Tapi kondisinya tenang ya. Mungkin sudah usia juga.” Ucap adik Diding Boneng.
Secara fisik kondisinya cukup membaik dan bisa berjalan. Hanya saja serangan stroke meninggalkan dampak. Diding Boneng mengalami kelu lidah dan kesulitan berbicara. Setelah sempat membaik, kondisinya kembali kritis pada Minggu malam ditandai gangguan pernapasan.
“Ternyata semalam saya masih di sini sudah terganggu pernapasannya. Saya datang, saya ngaji apa semua, terus datanglah keluarga, anak-anaknya. Anak-anak kumpul, saya tinggal pulang. Tapi tadi pagi saya selesai salat subuh, dikasih tahu lagi, Bapak sudah meninggal.” Pungkas Zainal Arifin.
Suasana duka menyelimuti Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan, pada Senin sore saat pemakaman Diding Boneng. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat mengantarkan komedian senior, Diding Boneng ke peristirahatan terakhirnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, iring-iringan jenazah tiba di TPU Menteng Pulo sekitar pukul 16.00 WIB. Kehadiran jenazah langsung disambut oleh puluhan pelayat yang sudah menunggu.
Terlihat puluhan orang yang terdiri dari anggota keluarga, kerabat dekat, hingga rekan sejawat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada aktor legendaris tersebut. Mereka berkerumun di sekitar liang lahat, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh haru.
Momen paling menyentuh terjadi saat jenazah yang dibalut kain hijau bertuliskan kaligrafi emas mulai diturunkan ke liang lahat. Salah satu anggota keluarga tidak kuasa menahan kesedihan. Tangisnya pecah ketika menyaksikan jenazah almarhum ke liang lahat. Beberapa kerabat tampak berusaha saling menguatkan.
Setelah jenazah Diding Boneng dikebumikan, proses pemakaman dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang tokoh agama setempat. Para pelayat tampak khusyuk mengamini doa-doa yang dipanjatkan untuk almarhum Diding Boneng agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
