Lee Dong Wook Terseret Kasus Love Scamming
Nama aktor Korea Selatan Lee Dong Wook mendadak terseret kasus love scam. Seorang wanita mengaku telah menjalin hubungan asmara di dunia maya dengan pria yang mengaku sebagai sang aktor. Padahal, pria tersebut bukan Lee Dong Wook. Identitas sang aktor diduga dicatut oleh seseorang yang menyamar sebagai dirinya dan berhasil membuat korban percaya hingga hubungan itu berlangsung selama hampir satu tahun.
Kasus tersebut mencuat setelah seorang perempuan berusia 30-an mengaku menjalin hubungan romantis secara daring dengan seseorang yang diyakininya sebagai Lee Dong Wook selama hampir satu tahun. Perempuan tersebut bahkan membagikan sejumlah tangkapan layar percakapan yang disebut sebagai bukti komunikasinya dengan sang aktor. Dalam salah satu percakapan, sosok yang diklaim sebagai Lee Dong Wook juga mengirimkan foto selfie ketika sedang berbaring di tempat tidur.
Namun, tangkapan layar tersebut justru memunculkan kecurigaan di kalangan warganet Korea Selatan. Sejumlah pengguna media sosial menduga foto yang dikirimkan kepada perempuan tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Perempuan itu mengaku hubungan mereka berkembang cukup serius. Bahkan, ia menyebut sosok yang diyakininya sebagai Lee Dong Wook sempat membicarakan rencana untuk bertemu orang tuanya dan mempertemukan kedua keluarga.
“Sebenarnya Lee Dong Wook itu kayak udah nembak aku, tahu. Kami bahkan sempat bahas rencana buat nemuin orang tuaku bareng dan bikin pertemuan keluarga secara formal. Sejauh itu hubungan kami jalan, sampai akhirnya kita resmi pacaran,” ungkap perempuan tersebut, dikutip dari Koreaboo pada Kamis, 17 September 2026.
Selama berkomunikasi, perempuan tersebut juga mengaku mendapatkan perhatian intens dari sosok tersebut. Ia menyebut dirinya dipanggil dengan sapaan “Jagiya” atau “sayang”, sementara ia memanggil sosok tersebut dengan sebutan “Oppa”.
“Dia bilang, ‘Aku sayang kamu, sayang.’ Aku panggil dia ‘oppa’, dan dia panggil aku ‘jagiya’. Kita ngobrol mesra kayak gitu hampir setahun lamanya,” lanjutnya.
Hubungan yang berlangsung secara daring itu kemudian membuat perempuan tersebut mengaku mengalami kerugian finansial. Meski disebut tidak pernah bertemu secara langsung, ia mengaku telah mengirimkan uang sekitar KRW 35 juta atau sekitar Rp 449 juta kepada sosok yang diyakininya sebagai Lee Dong Wook.
“Aku sampai ngeluarin uang sekitar 30 sampai 40 juta won. Aku bahkan rela bobok tabungan dan pakai uang yang seharunya buat biaya hidup harian. Kalau ditotal, aku udah ngasih dia 35 juta won,” tutupnya.
Di tengah mencuatnya dugaan tersebut, pihak agensi Lee Dong Wook, King Kong by Starship, memberikan peringatan kepada publik. Agensi menegaskan bahwa para artis yang berada di bawah naungannya tidak pernah meminta uang maupun barang berharga melalui pesan pribadi atau akun media sosial.
“Sebagai catatan, para artis di bawah naungan King Kong by Starship tidak pernah meminta uang, pembayaran, data pribadi, atau barang berharga apa pun lewat pesan pribadi maupun akun media sosial,” tulis pernyataan resmi agensi Lee Dong Wook.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi imbauan kepada penggemar agar lebih berhati-hati terhadap akun yang mengatasnamakan Lee Dong Wook maupun artis lain di media sosial. Jika menemukan akun yang diduga menyamar sebagai artis, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak agensi.
Modus penyamaran menggunakan teknologi AI juga pernah menimpa figur publik lain. Perempuan Korea Selatan menyatakan dirinya ditipu oleh seseorang yang menyamar sebagai CEO Elon Musk menggunakan teknologi deepfake berbasis AI.
Dalam kasus tersebut, perempuan itu awalnya menerima permintaan pertemanan dari akun Instagram yang diyakininya milik Elon Musk. Ia kemudian percaya karena akun tersebut mengunggah foto-foto yang menunjukkan aktivitas Elon Musk.
Pelaku juga melakukan panggilan video dengan korban. Perempuan tersebut mengatakan sosok yang mengaku sebagai Elon Musk bahkan menyatakan cinta kepadanya. Korban kemudian diyakinkan untuk mengirimkan 70 juta won atau sekitar USD 50 ribu kepada rekening atas nama warga negara asing. Pelaku menjanjikan korban dapat menjadi kaya melalui investasi menggunakan uang tersebut.
Kasus Lee Dong Wook dan Elon Musk itu menunjukkan pola penipuan asmara dengan menggunakan identitas figur publik untuk membangun kepercayaan korban sebelum meminta uang. Kasus ini juga menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk membuat komunikasi dengan figur publik palsu terlihat meyakinkan.
