Ayah Thalita Latief Meninggal Dunia

Kabar duka menyelimuti aktris Thalita Latief. Sang ayah tercinta, Riki Isman Latief, mengembuskan napas terakhir pada usia 67 tahun pada Hari Rabu, 9 September 2026 akibat komplikasi penyakit jantung yang telah lama diidap.

Jenazah almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Hari Kamis kemarin. Ditemui usai prosesi pemakaman, Thalita Latief menjelaskan kepergian sang ayah bukanlah peristiwa mendadak, melainkan puncak dari perjuangan panjang melawan sakit.

Sebelumnya, almarhum harus menjalani prosedur operasi bypass Bentall jantung. Tindakan bedah tersebut tergolong sebagai salah satu tindakan bedah paling sulit.

“Kita kan memang nganterin berobat. Memang kebetulan ayahku sudah lama sakit, cuman yang terakhir ini memang karena sudah komplikasi. Sebenarnya sudah lama sakit jantung, cuman kali ini tuh harus bypass Bentall jantung. Operasi yang cukup sulit kalau di masalah penyakit jantung, itu termasuk operasi bedah yang paling sulit.” Ungkap Thalita Latief.

Thalita Latief menjelaskan, almarhum memilih sendiri lokasi untuk tindakan medis tersebut di Padang, Sumatera Barat. Pihak keluarga sepenuhnya, mendukung keputusan mendiang yang menjalani perawatan selama sekitar dua bulan di sana.

“Tim dokternya ada di Padang, jadi dia pengin di situ. Ya kita sebagai keluarga kan mendukung apa yang dia mau. Jadi sebenarnya ayahku sudah dua bulan di sana, cuman memang kondisinya menurun sudah dua minggu terakhir di ICU. Kondisinya naik turun sampai akhirnya ya turun, terus gak ada.” Tutur Thalita Latief.

Selama penanganan intensif di ruang ICU, kondisi fisik almarhum terus menurun secara drastis. Aktris berusia 37 tahun itu menyebut, kegagalan fungsi organ vital menjadi faktor berpulangnya sang ayah.

“Komplikasi jantung, sih. Jadi gagal napas, gagal jantung. Kalau ditanya meninggalnya kenapa, sudah komplikasi sampai akhirnya mengembuskan napasnya itu karena dia gagal napas, gagal jantung. Sebenarnya sudah komplikasi ke organ-organ yang lain.” Tutur Thalita Lathief.

Perjalanan medis yang dihadapi almarhum berlangsung sangat berat, terutama ketika memasuki fase pemulihan. Thalita Latief membeberkan, komplikasi semakin parah akibat terjadinya pendarahan setelah tindakan operasi besar tersebut selesai dilakukan.

“Proses ini panjang ya, bukan hanya pas di ICU. Dari sebelum operasi besarnya, pascaoperasinya sampai akhirnya drop, pendarahan, terus komplikasi. Jadi prosesnya panjang.” Pungkas Thalita Latief.

Setelah dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit di Padang, jenazah langsung diterbangkan menuju Jakarta. Seluruh rangkaian proses pemulangan jenazah hingga pemakaman berjalan lancar dengan dihadiri keluarga inti dan kerabat dekat.

Di balik dukanya, mantan istri Dennis Rizky ini memiliki kenangan manis dengan sang ayah. Almarhum dikenal sebagai sosok humoris, berjiwa muda, hingga gemar bergaul bersama para keponakan semasa hidup. Namun, ia mengaku sang ayah tidak menitipkan pesan khusus menjelang akhir hayatnya lantaran kondisi fisik yang terus menurun di ruang ICU.

“Papiku kan orangnya emang suka nge-jokes gitu, terus suka asbun (asal bunyi) gitu loh. Jadi kalau pesan khusus gimana-gimana sih enggak ya, tapi kayak lebih suka bikin kita jadi ketawa dengan tingkahnya dia, walaupun dia di rumah sakit. Paling kenangan-kenangan indah itu sih.” Ujar Thalita Latief.

Karakter tersebut membuat hubungan keluarga menjadi sangat cair. Sepupu Thalita, Carina Latief, yang turut mendampingi almarhum, membenarkan bahwa sang paman memiliki tempat tersendiri di hati para keponakannya.

“Beliau tuh sosok yang emang deket sama keponakan-keponakannya, bahkan semuanya. Kenapa? Karena beliau tuh sosok yang kalau bisa dibilang sekarang tuh asik gitu, dia tuh bener-bener bisa menjadi kayak kita.” Beber Carina.

Thalita pun mengamini pernyataan sepupunya tersebut. Sambil tersenyum tipis mengenang kebiasaan sang ayah, ia menyebut almarhum tak segan berbaur dengan anak-anak muda.

“Om yang asik gitu, suka ikutan nongkrong kan.” Timpal Thalita Latief.

Tidak hanya humoris dan berjiwa santai, semangat almarhum untuk sembuh juga sangat diapresiasi oleh keluarga besar.

Bahkan di saat kondisi fisiknya mulai melemah di ruang ICU, sang ayah masih bercanda ketika kesadarannya mulai kembali.

“Spirit-nya tuh, masya Allah ya, Tal. Itu sih yang kita salutin. Bahkan dia kadang-kadang suka joke juga walaupun di ICU.” Ujar Carina.