Rumah Tangga Dede Sunandar Di Ujung Tanduk

Komedian Dede Sunandar blak-blakan mengakui bahwa rumah tangganya dengan Karen Hertatum kini sudah berada di ujung tanduk hingga sepakat untuk cerai. Kesepakatan berpisah itu muncul setelah mereka diterpa berbagai konflik hebat mulai dari saling tuding perselingkuhan, dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga jatuhnya talak tiga.

Walau sepakat berpisah, Dede mengakui gugatan cerai memang belum resmi didaftarkan ke pengadilan agama. Masalah biaya dan efisiensi waktu menjadi pertimbangan berkas perceraian itu belum masuk ke meja hijau.

Dede mengaku dirinya sempat khawatir prosesnya akan memakan waktu lama jika diurus olehnya, sehingga ia menyarankan agar sang istri, yang akrab disapa Reren, yang mengajukan gugatan tersebut.

“Dia tadi sih minta berkas-berkasnya tadi. Tolong rapihin lah Kakak, KTP aku, surat nikah. Sudah ada semuanya, sudah tadi aku juga pulang, ‘Ma cariin Kakak sama KTP mau dibawa ke (PA).’” Ungkap Dede.

Keputusan untuk mengakhiri biduk rumah tangga dirasa sudah sangat bulat bagi pasangan yang menikah pada 21 Oktober 2014 ini. Mantan office boy yang kini berkarier di dunia hiburan tersebut menegaskan bahwa mempertahankan pernikahan sudah tidak mungkin lagi mereka lakukan bersama. Bagi Dede, berpisah secara baik-baik adalah jalan terbaik demi menghindari konflik yang jauh lebih parah di masa depan.

“Enggak bisa diiniin, enggak bisa dihindari lagi takutnya malah ke depannya lebih parah atau lebih nggak tahu kan ibaratnya kami ke depannya Cuma Allah yang tahu. Dede sama Reren benar-benar sudah pisah lah. Intinya kayak gitu.” Ujar Dede.

Ternyata, ada alasan tersendiri yang membuat Dede akhirnya mantap mengambil keputusan untuk berpisah. Dede blak-blakan membongkar tabiat sang istri selama berada di rumah. Dede menyebut bahwa Karen kini lebih memprioritaskan hobi bermain game online ketimbang menjalankan kewajibannya untuk mengurus ketiga buah hati mereka. Sikap tersebut dinilai sudah di luar batas wajar.

“Jadi modelnya gini, istri aku tuh main game full sampai pagi, sedangkan giliran pagi anak mau sekolah dia tidur.” Ujar Dede.

Pada saat kebiasaan itu sering terjadi, Dede dan Karen diketahui masih tinggal serumah dengan keluarga besar dari pihak Dede. Melihat perubahan sikap serta keseharian Karen yang acuh terhadap urusan domestik, Dede mengungkapkan bahwa pihak keluarganya sempat merasa sangat kesal.

“Di situlah mungkin keluarga aku kesal, abang aku kesal. Jadi anak tiga itu dia enggak ngurus sama sekali.” Ujar Dede.

Di sisi lain, Karen sebenarnya sempat memberikan pembelaan dan mengklaim bahwa dirinya tetap mengurus anak-anak mereka dengan baik selama berada di rumah. Namun, pernyataan tersebut langsung ditepis oleh Dede berdasarkan apa yang ia saksikan sendiri di lapangan.

“Kata dia ngurus 24 jam, enggak ada. Waktu di rumah Bangka memang begitu.” Tutur Dede.

Di balik ketetapan hatinya untuk berpisah, Dede tidak menampik adanya penyesalan mendalam, terutama terkait tindakan KDRT yang pernah terjadi di masa lalu. Walau demikian, ia menjelaskan bahwa tindakan impulsif itu bukan tanpa sebab. Dede mengaku tersulut emosi besar setelah memergoki pesan singkat di ponsel sang istri.

Dalam pesan tersebut, Karen kedapatan tidak jujur mengenai status hubungan pernikahan mereka kepada pria lain yang ia kenal lewat permainan interaktif tersebut.

“Pas dari game itu sempat ada WA-an aku baca dia bilang ‘Jangankan suami, pacar aja aku nggak ada’, makanya aku KDRT lah di situ, awal mulanya itu.” Tutur Dede.

Ia mengakui semua kesalahan yang dilakukannya selama ini terjadi dalam kondisi sadar, termasuk saat ia meminta maaf lalu kembali mengulangi kesalahan yang sama. Dede pun mempersilakan jika pihak Karen ingin mengumpulkan berbagai bukti pelanggaran tersebut untuk memperkuat proses persidangan nanti.

Dede kini mengaku bingung saat harus menghadapi dan memberikan penjelasan kepada putra sulungnya, Arjuna, yang perlahan mulai menyadari keretakan hubungan kedua orang tuanya.

“Kan dia nonton, kan di-share (podcast Karen cerita di KDRT Dede) sama emaknya ke dia. Kaget juga dia bilang terus teman-temannya juga tanya.” Ucap Dede.

Dede mengaku terkejut saat mengetahui bahwa sang anak mendapatkan banyak pertanyaan dari teman-temannya mengenai isu perceraian tersebut setelah sang ibu membagikan video podcast kepadanya.

Di usianya yang masih sekolah, situasi ini tentu memicu kebingungan yang mendalam bagi sang anak yang belum sepenuhnya mampu mencerna badai rumah tangga yang tengah menimpa kedua orang tuanya.

“Nangis ada nangis, ada nangis orang pas ini Abang kepikiran ya dibilang gitu. Jadi di gang itu teman-teman aku yang coba nenangin dia.” Ucap Dede.

Terkait hal itu, Dede pun kembali menyinggung cerita Karen mengenai tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diunggah ke media sosial, di mana putra sulung mereka dikabarkan sempat ikut terkena dampaknya.

Dede mengakui bahwa anaknya mungkin tidak sengaja ikut terpukul saat konflik masa lalu terjadi. Atas kekhilafannya tersebut, ia menegaskan telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada sang anak.

Meskipun proses perpisahan tengah berjalan, Dede menegaskan dirinya dan Karen tetap berkomitmen menjaga komunikasi demi anak-anak. Saat ini, ketiga anak mereka tinggal bersama Dede, namun rutin diantar untuk bertemu sang ibu kapan pun.

“Kebetulan tadi Arjuna aku anterin ke mamanya karena mau main ke mamanya. Emang kewajiban Dede kayak gitu. Memang deket sama anak-anak sebenarnya dekat semuanya, mungkin karena apa ya parenting anaknya bagus ke Reren sebenarnya mah. Kalau Dede mah tukang jajanin doang kayak gitu-gitu. Kalau misal parenting, belajar apa, Reren memang juaralah ibaratnya.” Pungkas Dede.