Komedian Temon Meninggal Dunia
Dunia hiburan tanah air kembali berduka. Komedian sekaligus aktor Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal sebagai Temon meninggal dunia pada Hari Minggu, 12 Juli 2026. Temon dikenal sebagai salah satu komedian yang telah lama menghiasi layar kaca melalui berbagai program televisi dan film.
Kabar meninggalnya Temon pertama kali beredar melalui pesan singkat yang beredar di kalangan media. Dalam pesan tersebut disebutkan Temon mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.42 WIB. Informasi itu kemudian dikonfirmasi asisten Temon, Febry.
“Iya, tadi pagi.” Ujar Febry.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Temon dibawa ke rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, untuk disemayamkan sebelum proses pemakaman.
Salah satu istri Temon, Mae, menceritakan detik-detik terakhir sang komedian sebelum mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Mae mengaku tidak pernah menyangka keluhan yang disampaikan Temon pada Minggu pagi menjadi awal dari kepergian sang suami. Selama ini, Temon dikenal sebagai sosok yang jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya.
“Karena dia enggak pernah ngeluh. Jadi kalau buat saya, dia ngeluh sakit itu sesuatu yang udah dia enggak bisa tahan. Jadi pas dia pengen ini, saya bilang, ‘Ayo kita ke rumah sakit’.” Tutur Mae saat ditemui di GPIB Effatha, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sesampainya di rumah sakit, Temon langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Mae mengatakan dokter segera melakukan pemeriksaan rekam jantung untuk mengetahui penyebab keluhan yang dirasakan suaminya.
“Langsung saya daftar, kebetulan sama anaknya karena anaknya yang pertama juga ikut. Dibawa, langsung ada tindakan rekam jantung.” Ujar Mae.
Tidak lama kemudian, dokter menyampaikan hasil pemeriksaan awal yang menunjukkan adanya penyumbatan pada jantung Temon.
“Dokter bilang, ‘Cuma ini ada penyumbatan, Bu, di jantung. Kalau dalam hal ini, istilahnya kayak serangan jantung lah’.” Ungkap Mae.
Mendengar penjelasan tersebut, Mae langsung meminta dokter melakukan tindakan terbaik untuk menyelamatkan suaminya. Saat itu, Temon masih sadar dan masih bisa diajak berbicara.
“Terus saya minta tolong, ‘Dok, gimana ini?’ Ya udah dilakukan tindakan pertama. Dikasih penahan sakit, dikasih obat dua macam. Terus diambil darah untuk di lab, terus dirontgen.” Tutur Mae.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Temon kembali ke ruang IGD. Dokter kemudian memberikan obat yang diletakkan di bawah lidah untuk membantu kerja jantungnya. Namun, kondisinya tak kunjung membaik.
“Balik lagi ke ruang IGD, dikasih obat yang ditaruh di bawah lidah untuk jantung. Ditanya ada perubahan enggak, enggak ada perubahan. Dikasih satu lagi, dia minta izin ke dokternya dikasih dua kali enggak apa-apa.” Ucap Mae.
Walau masih sadar, Mae melihat kondisi suaminya mulai melemah. Temon tampak mengantuk dan beberapa kali menguap sambil tetap merasakan nyeri.
“Udah dikasih kedua, masih sadar, tapi dia udah mulai ngantuk, nguap-nguap. Dari perjalanan rumah sakit sampai sekarang sedikit ada perubahan, tapi masih kerasa sakit.” Ucap Mae.
Tidak lama setelah itu, kondisi Temon semakin kritis. Mae melihat suaminya menarik napas panjang sebelum akhirnya tidak lagi memberikan respons.
“Dia kenceng gitulah narik napas, karena dia juga ditarik ternyata diambil (mengembuskan napas terakhir).” Ucap Mae.
Melihat kondisi tersebut, Mae langsung meminta bantuan dokter. Tim medis kemudian melakukan resusitasi jantung paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawa Temon.
“Di situ saya enggak tahu ya, pas keadaan sekarang saya pikir ternyata memang di situ dia udah diambil (berpulang). Jadi saya teriak, ‘Dok, tolongin suami saya, ini kenapa?’ Dilakuin semua tindakan kan, dadanya ditekan-tekan (RJP) agak lama. Terus saya disuruh keluar nunggu. Enggak ada hasilnya. Jadi memang dari pas awalnya memang udah enggak ada sebetulnya.” Tutur Mae.
Mae menyebut seluruh tindakan medis berlangsung sekitar pukul 08.22 WIB. Tidak lama berselang, dokter menyatakan Temon meninggal dunia pada pukul 08.37 WIB.
Menurut Mae, Temon sebelumnya tidak pernah didiagnosis memiliki penyakit jantung. Selama ini, penyakit yang diketahui diderita sang komedian hanyalah hipertensi.
“Untuk jantung, baru pagi ini dia bilang sakit. Sebelumnya enggak ada riwayat jantung. Dia punyanya darah tinggi. Makanya saya enggak pernah nyangka kalau almarhum suami saya itu ada serangan jantung.” Beber Mae.
Di tengah kesedihan yang masih dirasakannya, Mae mengaku satu hal yang paling membuatnya terpukul adalah Temon pergi tanpa sempat meninggalkan pesan terakhir.
“Enggak ada omongan apa-apa. Itu yang bikin saya agak sedih.” Pungkas Mae.
Prosesi pemakaman komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal sebagai Temon berlangsung penuh duka di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Hari Senin 13 Juli 2026. Kehadiran keluarga, sahabat, dan rekan sesama artis menambah suasana haru saat almarhum dilepas untuk terakhir kalinya.
Sebelum dimakamkan, keluarga mengadakan ibadah pelepasan sesuai keyakinan Kristen di rumah duka. Setelah rangkaian ibadah selesai, jenazah diberangkatkan menuju lokasi pemakaman dan tiba sekitar siang hari.
