Tantri Kotak Ditipu Sebesar 10 M

Tantri Syalindri mengungkapkan dirinya menjadi korban dugaan penipuan oleh temannya sendiri. Korban bukan hanya dirinya dan kerugian ditaksir hingga miliaran rupiah. Dalam serangkaian unggahan di Instagram Story, Tantri juga mengungkapkan identitas terduga pelaku beserta nama dan fotonya.

“Terima kasih banyak buat semua respons teman-teman yang menanyakan kabar, mendoakan, dan peduli buat repost Story aku. Benar, aku lagi kena penipuan teman sendiri karena sudah 3×24 jam dia menghilang dan enggak ada iktikad baik buat ketemu. Detailnya aku belum sanggup energi untuk cerita, aku lagi ploting energi dulu. Energi yang aku pakai sekarang cari tau di mana keberadaan Poppy Nupitasari. Please sosmed do you magic, yang ketipu bukan hanya aku, melainkan buanyak orang yang ditotal-total hampir 10 miliar. Clueless [soal pelaku saat ini] karena pihak keluarga enggak mau tahu dan menyerahkan ke korban terserah mau diapain. Aku masih belum lapor polisi karena korban minta haknya kembali.’ Tulis Tantri.

Dalam unggahan terpisah, Tantri juga mengungkapkan kekecewaan dirinya terhadap terduga pelaku. Tantri tak menyangka bahwa terduga pelaku hanya memanfaatkan teman-temannya sendiri.

“Patah hati banget, kirain beneran mau jadi teman, ternyata Cuma manfaatin doang. Aku yakin kamu baca entah dari akun apa pun. Karena akun kamu sudah enggak aktif, bahkan semua nomor kamu dan tiga anakmu yang kamu bawa juga enggak aktif. Kamu enggak kasihan sama anak-anak kamu? Kamu enggak kasihan sama para korban yang kamu tipu sampai miliaran Siapa pun kalian yang bertemu dia di mana pun, yang check in apartemen/hotel/kontrak rumah menggunakan identitas atas nama Poppy Nupitasari, please kabarin aku ya.” Tulis Tantri.

Tantri mengungkapkan kronologi dugaan kasus penipuan berkedok bisnis ini melalui sejumlah unggahan di akun Instagram. Tantri mengunggah potret terduga pelaku penipuan, yang disebut MIH, lalu mengenang kali pertama kenal pada 2021 karena anak-anak mereka bersekolah di tempat yang sama.

Tahun lalu, pertemanan Tantri Kotak dan MIH berkembang menjadi rekan bisnis. Awalnya, Tantri Kotak enggan mengiakan tawaran berbisnis MIH karena khawatir di tengah jalan terjadi masalah lalu merusak pertemanan.

“Di tahun 2025, kamu menawarkan sebuah kerja sama yang kamu jalankan. Bisnis ini berupa modal pembelian produk. Awalnya aku ragu, karena khawatir urusan bisnis akan memengaruhi pertemanan. Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali.” Tutur Tantri.

Karena kepercayaan telah terbangun dan rekam jejak MIH tampak baik, Tantri Kotak akhirnya luluh.

“Kurang lebih satu tahun semuanya terlihat baik-baik saja. Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026, setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak lagi dapat dihubungi.” Ujar Tantri.

Sejak itu, puluhan orang mencari MIH. Para korban berkomunikasi dalam kondisi panik dan putus asa.

“Rumahmu kami datangi, keluarga dan orang tuamu angkat tangan.” Ucap Tantri.

Di tengah keputusasaan, Tantri Kotak masih berharap MIH datang dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada orang-orang yang selama ini telah memercayakan sejumlah uang padanya. Namun, ada hal lain yang bikin Tantri Kotak syok.

“Ternyata salah satu orang yang dirugikan adalah keluarga sendiri. Menurut informasi yang saya peroleh, saya menduga orang yang dirugikan tidak hanya saya, karna itu kami semua intens berkomunikasi. Total kerugian yang diklaim para pihak tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 miliar, yang tentunya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Sesuatu yang mungkin tidak baik dalam kehidupan saya, semoga enggak berhenti menjadi luka semata.” Ujar Tantri.

Tantri berharap tragedi yang menimpanya bisa jadi pembelajaran bagi banyak orang. Ia berdoa agar apapun yang diperoleh dengan kerja keras dan halal jadi rezeki yang berkah, cukup untuk keluarga, menenangkan hati, juga membawa kebaikan dalam hidup.

Berkaca pada pengalaman buruk berbisnis dengan teman sendiri, Tantri Kotak berjanji bakal lebih bijak dalam mengambil keputusan, serta tak mudah tergiur sesuatu yang terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan.

“Jika ada satu hal baik yang bisa lahir dari pengalaman ini, semoga itu adalah pelajaran yang menyelamatkan orang lain agar tidak mengalami hal yang sama. Semoga menjadi pelajaran untuk banyak orang.” Tutur Tantri.

Musisi Hatna Danarda atau Arda eks Naff, akhirnya buka suara terkait kasus dugaan penipuan yang menimpa keluarganya. Arda menyampaikan bahwa dirinya dan Tantri Kotak masih membutuhkan waktu untuk mencerna persoalan ini sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

“Maaf baru bisa memberi kabar. Karena kesibukan pekerjaan dan kami juga perlu waktu untuk mencerna serta memahami kasus ini secara perlahan, sehingga baru bisa merespons sekarang.” Ujar Arda.

Arda mengaku pihaknya masih terus mendalami dan mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut. Walau demikian, Arda menyampaikan rasa empati kepada korban-korban lain yang turut terdampak. Arda juga menyampaikan harapan agar kasus ini bisa menjadi peringatan bagi masyarakat luas.

“Untuk sementara waktu, kami memilih fokus pada proses yang sedang berjalan dan berharap semuanya dapat ditangani dengan baik sesuai jalurnya.” Ujar Arda.