Ibu Fedi Nuril Meninggal Dunia
Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia, di mana ibunda aktor Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Hari Selasa, 19 Mei 2026 kemarin.
Kakak Fedi Nuril, Nanda Nuril, menceritakan firasat sebelum sang ibunda, Gusmawati Nuril, meninggal dunia. Menurut Nanda, sang ibu sempat menunjukkan tanda-tanda yang kini terasa seperti firasat sebelum berpulang. Hal itu berkaitan dengan kakak Gusmawati yang meninggal dunia sekitar dua bulan lalu.
“Singkat cerita, jadi mama, kakaknya mama baru berpulang 63 hari yang lalu. Mereka deket banget kayak anak kembar.” Ucap Nanda.
Nanda mengaku sempat berbincang dengan ibundanya beberapa hari sebelum meninggal. Dalam obrolan itu, ia merasa wajah sang ibu semakin mirip dengan almarhumah kakaknya.
“Aku lagi ngobrol sama mama, ‘Ih mama mirip Manin.’ ‘Iya, mama ngaca juga, ih mirip Nini aku.’” Tutur Nanda.
Ucapan itu kemudian membuat Nanda memiliki firasat yang hanya dipendam dalam hati.
“Itu udah firasat tuh. ‘Mama mau pulang juga nih nyusul Manin?’ Tapi ngebatin aja gitu. Eh bener, nyusul.” Ujar Nanda.
Nanda mengatakan, ibundanya dikenal sebagai sosok yang kuat dan jarang mengeluhkan sakit. Bahkan, saat mengalami gangguan kesehatan Gusmawati tetap terlihat tegar.
Ia menjelaskan, sebelumnya sang ibu sempat didiagnosis mengalami lumpuh pita suara sebelah. Namun, keluarga tudak menyangka kondisi itu akan berujung pada kepergian sang ibu.
“Dokter pun dengan keluhan, ‘Saya gak nafsu makan, Dok.’ Dokter bilang, ‘Ya Ibu kan udah lansia ya, kalau gak bisa makan, makannya dikit-dikit aja per dua jam.’” Ujar Nanda.
Nanda juga mengungkap penyebab yang membuat kondisi ibundanya menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
“Yang membuat beliau pulang itu, kesedak air putih. Di situ momen yang… yang udah sering juga.” Tutur Nanda.
Saat kejadian itu, Nanda mengaku sempat panik karena, sudah berjanji dengan sang adik, Fedi untuk membawa sang ibu check up ke rumah sakit. Setelah menyadari kondisi sang ibu semakin memburuk, Nanda berusaha memindahkan tubuh ibundanya ke sofa seorang diri.
“Mama tuh meninggal di kursi. Aku berdoa, ‘Ya Allah, beri aku kekuatan untuk mindahin mama ke sofa.’ Alhamdulillah dapet kekuatan, aku gendong, aku taruh di sofa.” Tutur Nanda.
Tidak lama kemudian, Fedi Nuril tiba di rumah. Menurut Nanda, sang adik langsung memahami situasi tanpa banyak bertanya.
“’Lo di mana, Fed?’ ‘Udah deket gue, Bang.’ Pas datang, Fedi gak banyak nanya, langsung masuk rumah, bahkan gak buka sepatu.” Ucap Nanda.
Dokter kemudian datang untuk memastikan kondisi Gusmawati Nuril. Momen itu disebut terjadi bertepatan dengan azan Asar.
“Pas mama ngelepas napas terakhir itu aku inget azan Asar. Jam formal kepastian dokter 15.53.” Ucap Nanda.
Setelah dokter memastikan sang ibu telah meninggal dunia, Nanda dan Fedi Nuril akhirnya tidak kuasa menahan tangis.
“Begitu dapat konfirmasi, ‘Iya Ibu udah gak ada.’ Itu baru aku berdua pelukan, nangis.” Beber Nanda.
Kepergian sang ibunda bukan disebabkan oleh penyakit serius, melainkan terkait dengan kondisi fisiknya yang sudah tua, seperti yang diungkapkan oleh kakaknya, Nanda Nuril.
Nanda Nuril menjelaskan bahwa ibundanya mengalami beberapa insiden tersedak air putih yang membuatnya dalam kondisi kritis.
“Karena nyokap orang apoteker, disiplin, minum obat harus pakai air putih. Akhirnya kita suplai susu. Udah sering juga kesendak air putih gitu.” Ungkap Nanda.
Selain itu, Nanda juga mengungkapkan bahwa dokter sudah memberi saran agar ibunya tidak lagi meminum air putih, karena teksturnya yang terlalu cair dan berisiko masuk ke saluran pernapasan.
“Kalau minum air putih, riskan masuk ke saluran pernapasan. Dokter menyarankan, ‘Ibu, minumnya susu aja ya,’ karena volumenya tebel.” Jelas Nanda.
Keadaan ini tentunya menjadi perhatian bagi keluarga, terutama bagi Nanda yang melihat ibunya sering kesulitan bernapas akibat tersedak air putih.
“Memang, ibunda kerap tersedak hingga sulit bernapas dan perlu menggunakan oksigen. Momen tersedak air putih juga diduga menjadi penyebab sang ibunda menghembuskan napas terakhirnya.” Ucap Nanda.
Dengan penuh kesedihan, Nanda mengingat momen terakhir ibunya.
“Cuma yang membuat beliau pulang itu, keserak air putih. Di situ momen yang… yang udah sering juga. Yang udah minta tolong, ‘Tolongin, Ya Allah,’ udah waktunya.” Pungkas Nanda.
Jenazah ibunda Fedi Nuril telag dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Hari Rabu, 20 Mei 2026 sekitar jam 11.00 WIB. Fedi Nuril mengunggah potret kala sungkem kepada Gusmawati Nuril pada hari pernikahan.
Fedi Nuril juga menunggah potret kenangan ayah ibunya. Menyertai unggahan ini, sang aktor beryukur kepada Sang Khalik memilik ibu hebat dan kuat. Gusmawati Nuril dikaruniai tiga anak laki-laki.
Sang suami meninggal dunia 33 tahun silam. Dalam kondisi seperti ini, Gusmawati Nuril tak kenal lelah untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam kasih sayang. Bagi Fedi Nuril, kasih ibu sumber kekuatan dan segalanya.
“Ya Allah, terima kasih sudah menitipkan kami kepada seorang Mama yang hebat dan kuat. Mama yang tetap tersenyum di tengah lelah membesarkan tiga anak laki-laki yang kelakuannya suka gak jelas, yang diam-diam tetap menyimpan banyak doa untuk kami.” Tulis Fedi Nuril.
“Setelah Papa meninggal 33 tahun yang lalu, kami merasa Mama akan selalu ada, padahal waktu terus berjalan diam-diam. Ketika raganya sudah tidak bersama kami, rasanya ingin memeluknya lebih lama dan berkata: terima kasih sudah sekuat itu untuk kami.” Lanjut Fedi Nuril.
Sebagai anak, Fedi Nuril sadar betul masih banyak kekurangan. Bisa jadi, ada perbuatan atau kata-kata yang tak disengaja melukai hati ibunda. Fedi Nuril juga mengaku kangen ayah yang telah lama berpulang.
“Ya Allah, ampuni kami jika selama ini masih kurang lembut kepada Mama. Masih sering membantah, melukai hatinya atau belum mampu membalas semua kasih sayangnya. Mohon sampaikan rindu kami untuk Papa dan Mama yang sudah bersatu kembali. Mohon peluk Papa dan Mama dengan kasih sayang-Mu yang paling hangat. Mohon lapangkan kuburnya, muliakan tempat tinggalnya di sisi-Mu, dan jadikan setiap doa anak-anaknya sebagai cahaya yang terus menemani Papa dan Mama di sana, amin.” Ucap Fedi Nuril.
Setelah mengantar jenazah ibunda ke tempat peristirahatan terakhir, Fedi Nuril enggan menyampaikan pernyataan sikap karena masih syok dan berduka. Ia hanya ingin pulang untuk segera menenangkan diri.
“Saya belum kuat baru keluar dari liang lahad, mohon maaf sekali. Tapi terima kasih sudah datang.” Ucap Fedi Nuril.
Sejumlah selebritas menyemangati dan melantun doa untuk Fedi Nuril beserta keluarga.
“Innalilahi wa innailaihi rojiuun, semoga almarhumah husnul khotimah. Turut berdukacita Fedi dan keluarga.” Tulis Titi Kamal di kolom komentar.
“Innalilahi wa’innailahi rojiuun. Turut berduka cita sedalam dalamnya. Al Fatihah.” Sahut Raline Shah.
