Sidang Pertama Perceraian Clara Shinta

Sidang perdana gugatan cerai yang diajukan Clara Shinta terhadap suaminya, Muhammad Alexander Assad, resmi digelar. Agenda persidangan tersebut berlangsung di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Hari Kamis, 7 Mei 2026 kemarin.

Muhammad Alexander Assad selaku pihak tergugat terpantau mangkir atau tidak hadir dalam pemanggilan sidang perdana tersebut. Dalam persidangan ini, Clara Shinta memilih untuk tidak hadir secara langsung dan hanya diwakili oleh tim kuasa hukumnya.

Moh. Akil Rumaday, secara terbuka membeberkan alasan utama kliennya mantap melayangkan gugatan cerai terhadap sang suami. Akil mengungkapkan bahwa perselisihan dalam rumah tangga kliennya dipicu oleh adanya dugaan keterlibatan pihak ketiga, hal ini sekaligus mengonfirmasi isu yang sempat liar beredar di media sosial.

“Yang dapat kami jelaskan bahwa ada dugaan komunikasi dari tergugat, di mana melakukan komunikasi dengan wanita lain ya.” Ujar Akil.

Menurut Akil, temuan mengenai komunikasi tersebut menjadi puncak dari keretakan hubungan mereka. Hal itulah yang memicu pertengkaran hebat yang tidak kunjung usai, hingga Clara memutuskan untuk mengakhiri ikatan pernikahan.

“Hal itu kemudian berdampak, mengakibatkan terjadi pertengkaran dan perselisihan terus menerus. Itu yang dapat kami sampaikan terkait duduk perkara pengajuan gugatan cerai ini.” Jelas Akil.

Menurut Akil, Clara mendadak sakit dan mengalami demam hingga harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

“Beliau sedang kurang enak badan, demam. Sudah diperiksa di rumah sakit dan ada hasil cek darahnya. Beliau sakit dan tadi hakim perintahkan kami untuk menghadirkan langsung prinsipal.” Jelas Akil.

Moh Akil Rumaday, selaku pengacara Clara Shinta, memberikan penjelasan mengenai isi gugatan yang diajukan kliennya. Ia menegaskan bahwa saat ini Clara hanya ingin memutus ikatan pernikahan tanpa menyertakan tuntutan-tuntutan lainnya dalam berkas perkara.

Moh Akil Rumaday, mengungkapkan bahwa kliennya sudah tidak lagi tinggal serumah dengan suaminya sejak gugatan cerai didaftarkan pada April 2026.

“Pendaftaran gugatan pada bulan April, memang penyampaian Ibu Clara pada saat bulan April itu memang sudah pisah rumah. Namun, kemudian sejauh ini kami belum mengetahui situasi terkini terkait hari ini.” Ujar Akil di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Moh Akil Rumaday, selaku pengacara Clara Shinta, memberikan penjelasan mengenai isi gugatan yang diajukan kliennya. Ia menegaskan bahwa saat ini Clara hanya ingin memutus ikatan pernikahan tanpa menyertakan tuntutan-tuntutan lainnya dalam berkas perkara.

“Iya, kalau Ibu Clara kan sebenarnya tidak menginginkan hal-hal lain ya, hanya fokus pada perceraian saja. Itu saja.” Ujar Akil.

Pihak kuasa hukum juga mengonfirmasi bahwa tidak ada pembahasan mengenai materi atau tuntutan finansial dalam gugatan tersebut. Hal ini mempertegas posisi Clara Shinta yang memang hanya ingin segera menyelesaikan status hubungan rumah tangganya secara hukum.

Terkait dengan hak-hak finansial atau nafkah yang biasanya menyertai gugatan cerai, Akil menyebutkan bahwa poin tersebut memang tidak dicantumkan. Hal ini menjadi keputusan prinsip yang diambil oleh kliennya dalam menghadapi proses perpisahan ini.

“Untuk sejauh ini dalam gugatan tidak ada.” Ucap Akil.

Mengenai alasan di balik keputusan cerai tersebut, Akil membeberkan adanya konflik yang dipicu oleh pihak ketiga. Komunikasi sang suami dengan wanita lain menjadi penyebab utama terjadinya gesekan yang terus-menerus di dalam rumah tangga mereka.

“Ada dugaan komunikasi dari tergugat, dimana melakukan komunikasi dengan wanita lain ya, yang itu kemudian berdampak, mengakibatkan terjadi pertengkaran dan perselisihan.” Tutur Akil.

Walau menyadari bahwa perceraian bukanlah keinginan banyak orang, Clara Shinta disebut telah memikirkan matang-matang langkah hukum ini. Ia menganggap masalah yang terjadi sudah menyentuh prinsip dasar yang tidak bisa dikompromikan lagi.

“Sebenarnya semua orang pun tidak inginkan bercerai, tapi kan ada persoalan yang kemudian menjadi prinsip dasar dalam keputusan Ibu Clara, maka sampai dengan saat ini gugatan masih kami lanjutkan.” Pungkas Akil.

Sebagai informasi, sidang lanjutan perceraian Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad akan kembali digelar pada 21 Mei 2026 dengan agenda mediasi. Majelis hakim mewajibkan Clara hadir langsung untuk menentukan kelanjutan proses perceraiannya.