Uang Fuji Digelapkan Oleh Mantan Adminnya
Selebgram Fujianti Utami alias Fuji mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Hari Senin, 20 April 2026 kemarin. Tidak sendiri, Fuji hadir bersama kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Fuji tiba di Polres Metro Jaksel sekira pukul 11.00 WIB, Fuji pun tampil cantik dengan kemeja krem serta rambut terurai ketika mendatangi kantor polisi.
Sebagai kuasa hukum, Sandy Arifin menjelaskan kedatangan pihaknya hari ini. Mereka mengaku ingin menanyakan kelanjutan proses penyidikan atas laporannya terkait dugaan penipuan dan penggelapan admin media sosial.
“Agenda hari ini, kami mendapat informasi terkait laporan kami alhamdulillah berjalan dengan lancar. Dan saksi-saksi sudah diperiksa di hari Jumat atau Kamis minggu lalu, terlapor. Dan status prosesnya sudah naik ke penyidikan.” Ungkap Sandy Arifin.
Pihak Fuji mengaku penasaran dengan keterangan saksi terlapor yang sudah diperiksa tim penyidik. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menanyakan langsung kepada pihak berwajib.
“Jadi kami hari ini mau mengonfirmasi apa yang sudah disampaikan dari terlapor. Apakah ada pengakuan, apakah ada itikad baik untuk penyelesaian terhadap klien kami. Sementara itu dulu karena kami belum dapat informasi lebih lanjut.” Ujar Sandy Arifin.
Sandy menjelaskan bahwa laporan kliennya kali ini sudah naik ke tahap penyidikan. Saat ini, mereka tengah menunggu proses gelar perkara dari kepolisian.
“Tapi yang pasti, proses dari penyelidikan sudah naik ke penyidikan dan sudah diperiksa terlapornya. Jadi tinggal menunggu apa yang harus kita lengkapi lebih lanjut ya.” Ucap Sandy Arifin.
Fuji tidaj dapat menyembunyikan rasa kecewanya setelah mengetahui aliran dana hasil kerja kerasnya yang diduga digelapkan oleh mantan admin media sosialnya. Selain kerugian materiil yang mencapai miliaran, Fuji mengungkap fakta kalau uang tersebut diduga digunakan oleh pelaku untuk membelikan barang mewah bagi orang lain.
“Uangnya untuk kayaknya seingat aku dia pernah beliin mobil ke mantannya ya. Jadi mobilnya tuh masih ada di mantannya.” Tutur Fuji.
Fuji menegaskan uang yang digunakan untuk membeli aset tersebut dari hasil penggelapan. Fuji secara terbuka meminta pihak yang saat ini memegang aset tersebut untuk mengembalikan barang yang bukan haknya.
“Iya, siapa tahu mantannya lihat kan, tolonglah, uang haram itu. Karena uangnya tuh bukan uang yang kerja halal, itu uang dari korupsi, jadi tolong dibalikin saja.” Ujar Fuji.
Dengan nilai kerugian menyentuh angka satu miliar rupiah, ini membuat Fuji meragukan kemampuan mantan adminnya untuk mengembalikan uang tersebut.
“Menurut aku, mau kerja dari mana dia untuk kembaliin uang segitu. Bukan maksudnya ngerendahin ya, dikarenakan sebenarnya gaji dia juga sudah oke, tapi dia memilih untuk menggelapkan dana.” Ujar Fuji.
Modus yang dilakukan oleh mantan admin Fuji meliputi pengalihan dana ke rekening pribadi, hingga tindakan penghapusan riwayat percakapan kerja untuk menghilangkan barang bukti. Akibat ulah tersebut, Fuji mengalami kerugian materiil hingga hampir Rp 1 miliar, serta kehilangan data-data penting di telepon genggam kerjanya.
Kekecewaan Fuji kian mendalam karena selama bekerja, sang admin sebenarnya sudah mendapatkan gaji dan bonus yang sangat layak. Ia merasa dikhianati oleh orang yang seharusnya menjaga kepercayaan dalam mengelola kontrak kerja dengan berbagai brand.
“Gaji dan bonus ada dua digit tiap bulan Kak, ada. Dari rekrutmennya dari Uti tuh dulu dari kayak kita nyebar info loker oh ya bener dia dapat chat aku terus kualifikasi dan kerjanya masa awal-awal oke setahun setengah kerjanya sama aku.” Ungkap Fuji.
Tidak hanya soal uang, Fuji juga menyoroti perilaku terlapor yang sering memberikan barang-barang miliknya kepada orang lain tanpa izin. Akses pribadi yang dimiliki pelaku dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi dengan cara yang tidak sah.
“Ya semoga kalau misalnya ada ya (aset yang disita), tapi setahu aku sih uangnya untuk membiayai orang lain mulu. Jadi otaknya tuh benar-benar duit Cuma memanfaatkan ini dan kadang barang-barang endorse-an diambil-ambilin dikasih ke pasangannya gitu.” Tutur Fuji.
Dampak dari kasus ini membuat Fuji mengalami trauma psikis yang cukup berat, hingga harus mencari bantuan profesional. Ia merasa sangat terpukul karena orang yang dipercayanya justru menjadi duri dalam daging dalam kariernya.
“Oh kena mental banget, saya menghubungi psikiater lagi tuh nggak jadi ya. Untung teman-teman saya juga waktu itu lagi solid-solidnya jadi saya bersyukur atas kehadiran teman saya menemani saya pas lagi depresi. Karena bukan sekadar duit doang Kak, karena pertama dia mempunyai akses buat itu untuk Instagram pribadi saya atau TikTok saya, dia screenshot chat-chat pribadi saya disebarluaskan untuk jadi dia bahan ketawa-ketawaan ngata-ngatain saya di belakang.” Ungkap Fuji.
Walau terlapor sudah meminta maaf melalui pesan singkat, Fuji bersikeras untuk melanjutkan proses hukum. Baginya, kata maaf tidak cukup untuk menghapus penderitaan dan kerugian yang telah ditimbulkan.
“By WhatsApp sih personal ya. Lanjut proses saja sih Kak sudah enggak perlu saya sama uangnya just you.” Pungkas Fuji.
