Denada Akhirnya Bertemu Dengan Ressa

Momen menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, menjadi sangat emosional bagi Denada. Denada akhirnya bertemu dengan Ressa Rizky Rosano, anak kandung yang baru diakuinya di hadapan publik beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026. Denada membagikan kebahagiaan itu kepada publik melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam foto-foto yang diunggah, keduanya tampak menikmati momen kebersamaan yang selama ini terpisah oleh waktu.

Suasana hangat terlihat jelas dari interaksi Denada dan Ressa. Mereka tampak akrab dan santai, bahkan beberapa kali berfoto selfie bersama dengan ekspresi bahagia. Momen ini menjadi simbol awal dari hubungan yang sempat terputus selama 24 tahun.

Denada tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas pertemuan tersebut, ia mengungkapkan perasaannya melalui caption singkat yang sarat makna.

“Alhamdulillah ♥️ Allah Maha Besar.” Tulis Denada.

Pertemuan ini menjadi semakin berarti, karena terjadi setelah Denada secara terbuka mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Pengakuan tersebut sebelumnya disampaikan kepada publik pada Februari 2026, dan menjadi titik balik dari polemik yang sempat mencuat.

Dalam momen penting itu, Denada juga didampingi oleh Intan Erlita. Sosok psikolog tersebut diketahui selama ini memberikan pendampingan, serta membantu proses komunikasi antara Denada dan Ressa.

Denada pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah membantu hingga pertemuan ini bisa terjadi, ia juga secara khusus menyebut peran Intan Erlita dalam proses tersebut.

“Terimakasih atas doa dan bantuan dari semua kerabat, dan keluarga. Terimakasih bu @intan__erlita, ibu psikolog kesayangan yang baik, atas bantuan, bimbingan dan pendampingannya.” Ucap Denada.

Manajer Denada, Risna Ories, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Ressa menyampaikan niat aslinya. Menurut penuturan Risna, pemuda berusia 24 tahun itu sebenarnya tidak menuntut hal-hal materiil dari sang ibu.

“Ressa maunya gimana? ‘Enggak Mbak, aku enggak mau gimana-gimana, aku Cuma mau ini udah baik-baik aja semuanya. Aku enggak mau ada gimana-gimana, pokoknya clear semuanya’.” Ujar Risna menirukan ucapan Ressa, saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Risna menyebut, Ressa menekankan tujuan utamanya selama ini hanyalah untuk mendapatkan pengakuan dari Denada, bukan hal lain yang berlebihan. Sejalan dengan keinginan Ressa untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, Denada pun menyambut baik niat putranya itu.

Denada bahkan disebut langsung menawarkan Ressa untuk tinggal bersamanya di Jakarta. Diketahui, Ressa saat ini menyewa kamar kost selama berada di ibu kota untuk mengurus keperluannya.

“Denada bilang, ‘Nang, kamu tinggal di rumah aja gitu.’ Kan rumahnya (Denada) di sini kan, ‘Ini tetanggaan sama Mbak Risna’.” Ungkap Risna.

Tawaran tersebut diberikan Denada agar Ressa dapat merasa lebih nyaman dan leluasa berdiskusi mengenai masa depan serta cita-citanya.

“Biar kamu mau apa, mau gimana, mau diskusi soal apa, karier ke depan mau gimana, jadi enak gitu.” Ucap Risna.

Menanggapi tawaran hangat sang ibu, Ressa tidak langsung mengiyakan namun menyambutnya dengan respons positif.

“Iya Bu, nanti coba Ressa pikirin.” Ucap Risna mengulang jawaban Ressa.

Risna memastikan bahwa Denada memberikan dukungan penuh terhadap apa pun langkah dan cita-cita Ressa ke depannya. Keduanya sepakat untuk membuka lembaran baru sebagai ibu dan anak.

“Intinya kemarin tuh Ressa Cuma berharap semuanya beres, semuanya clear, gitu. Apalagi Denada, sangat berharap sekali kan semua itu baik-baik saja.” Pungkas Risna Ories.

Sebelumnya, kisah antara Denada dan Ressa sempat menjadi perhatian publik. Pada Januari 2026, Ressa muncul ke hadapan publik dan mengaku sebagai anak biologis Denada yang selama ini tidak diakui secara terbuka.

Tidak hanya itu, Ressa juga mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan nilai mencapai Rp. 7 miliar. Gugatan tersebut dilayangkan, karena ia merasa ditelantarkan selama bertahun-tahun.

Menanggapi hal tersebut, Denada akhirnya memberikan klarifikasi kepada publik. Ia mengakui bahwa Ressa memang adalah anak kandungnya, namun menjelaskan bahwa kondisi psikologis di masa lalu membuatnya tidak bisa merawat sang anak secara langsung sejak bayi.

Walau demikian, Denada membantah tudingan penelantaran. Ia menyatakan tetap menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua dengan memberikan biaya pendidikan serta fasilitas penunjang kehidupan bagi Ressa.

Di sisi lain, pihak kuasa hukum Ressa menyatakan akan membawa bukti-bukti ke pengadilan untuk memperkuat gugatan yang telah diajukan. Proses hukum pun masih berjalan hingga saat ini.