Lisa Mariana Ditangkap Paksa Terkait Video Syir

Polda Jawa Barat (Jabar) menangkap Lisa Mariana (LM) usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video syur. Kepala bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, Lisa sempat mangkir dari panggilan. Karena itulah penyidik Ditressiber Polda Jabar memanggil Lisa Mariana dengan upaya paksaa.

“Sehingga panggilan yang kedua ini disertai dengan upaya paksa.” Ujar Hendra.

Selepas dipanggil paksa, Lisa Mariana menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat. Baca juga: Lisa Mariana Jalani Pemeriksaan di Polda Jabar, Tegaskan Masih Berstatus Saksi Alasan penangkapan Lisa Mariana Hendra Rochmawan menyebutkan bahwa penangkapan dilakukan pada Kamispagi, setelah penyidik menetapkan Lisa sebagai tersangka.

“Hari ini kita telah melakukan upaya paksa penangkapan atas nama saudari LM. Untuk saat ini, Lisa sudah ada di Polda, ya di (Direktorat) Siber ya. Dan saat ini kita sedang melakukan proses untuk pemeriksaan yang bersangkutan dan kita juga memberikan kesempatan kepada PH-nya (Penasihat Hukum) untuk bisa mendampingi. Saat ini masih dalam proses ya.” Ujar Hendra.

Penetapan tersangka sendiri dilakukan karena penyidik telah mengantongi dua alat bukti yang sah.

“Ya sudah ditetapkan sebagai tersangka otomatis kita sudah memiliki dua alat bukti yang cukup untuk bisa menahan yang bersangkutan.” Ucap Hendra.

Walau sudah mengantongi alat bukti, penyidik kesulitan memeriksa Lisa karena dua kali panggilan pemeriksaan tidak dipenuhi. Kondisi itu membuat penyidik memutuskan untuk melakukan penangkapan.

“Kami lakukan upaya paksa untuk kepada saudara LM ini dikarenakan beberapa kali dari panggilan kita ya, itu kita mengalami kesulitan dalam pemeriksaan. Sehingga kita melakukan upaya penangkapan ini dengan tujuan untuk memenuhi dari proses penyidikan yang dilakukan di Polda Jabar.” Ucap Hendra.

Terkait kemungkinan penahanan, Hendra menegaskan bahwa kewenangan ada pada penyidik yang menangani perkara tersebut.

“Untuk penahanan, nanti penyidik akan menilai seperti apa. Yang jelas, karena sudah tersangka, alat buktinya sudah dua dan sudah terpenuhi.” Ucap Hendra.

Jhonboy Nababan, kuasa hukum Lisa, menegaskan bahwa kliennya tidak ditahan oleh penyidik Polda Jawa Barat. Menurutnya Lisa hanya menjalani pemeriksaan untuk memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan penyebaran konten video syur.

“Tidak ditahan. Hanya diminta memberikan keterangan.” Ujar Jhonboy.

Ia menambahkan bahwa status Lisa tetap bebas karena barang bukti dalam kasus tersebut masih dalam proses analisis penyidik.

“Bukti-buktinya masih harus diuji dulu.” Ucap Jhonboy.

Usai menjalani pemeriksaan, Lisa diperbolehkan pulang dan kembali beraktivitas seperti biasa. Diketahui, selepas pulang dari pemeriksaan, Lisa Mariana kembali aktif di media sosial (medsos) Instagram. Ia bahkan mengunggah foto bersama tim kuasa hukumnya di depan gedung Polda Jabar.

“Terima kasih Polda Cyber Bandung untuk pelayanan yang juara. Salam presisi!” Tulis Lisa dalam keterangan unggahannya.

Lisa juga membagikan video dari dalam mobil bersama suaminya, menyampaikan kondisi terkininya kepada para pengikutnya.

“Good morning. Instagram aku sudah aku pegang lagi ya. I’m okay, aku baik-baik saja. Terima kasih semuanya.” Tutur Lisa.

Sebelumnya, kasus video pornografi menyeret selebgram sekaligus model Lisa Mariana terus berkembang. Setelah proses penyelidikan berjalan, Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menetapkan dua tersangka yaitu Lisa Mariana sebagai pengirim video, serta pria berinisial MT sebagai penyebar konten tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bagaimana kasus ini bermula hingga akhirnya menetapkan Lisa sebagai tersangka. Ia menyebut, sebelum penetapan tersangka dilakukan, polisi lebih dulu memeriksa MT sebagai penyebar video dan juga teman pria Lisa.

“Ceritanya gini, kejahatannya tindak pidana ini adalah transmisi elektronik, transmisi elektronik ini si LM kirimkan video porno kepada MT. MT bukan pelaku dalam video, tapi transmisi video.” Jelas Hendra.

Hendra menjelaskan, MT kemudian mengubah pengaturan privasi folder di Google Drive miliknya. Dari yang semula tertutup, folder itu menjadi terbuka. Langkah tersebut membuat video pribadi Lisa bisa diakses banyak orang dan tersebar luas.

“MT buka Google Drive di email menjadi akun terbuka sehingga bisa di download sehingga bisa dilihat orang lain. Kejahatannya di situ, tersebar video porno ini dalam transmisi ini.” Tutur Hendra.

Lisa sendiri awalnya mengaku tidak mengetahui bahwa videonya dapat tersebar. Namun menurut Hendra, penyelidikan menunjukkan bahwa Lisa secara sadar mengirimkan tautan Google Drive kepada MT.

“LM merasa jadi korban, karena siapa yang menyebarkan video itu? Ternyata yang menyebarkan atas setahu dan seizin LM juga.” Terang Hendra.

Sementara itu, polisi juga menyoroti pemeran pria dalam video tersebut. Setelah Lisa dan MT ditetapkan sebagai tersangka, pemeran laki-laki dijadwalkan untuk diperiksa dalam waktu dekat.

“Pemeran cowok masih dalam proses penyidikan. Berikutnya, baru ke pemeran prianya.” Pungkas Hendra.