Yaya Moektio Eks Drummer God Bless Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Mantan drummer God Bless, Yaya Moektio meninggal dunia, pada Hari Senin, 8 Agustus 2025. Berita duka tersebut disampaikan oleh akun Instagram resmi God Bless @godblessrocks.

“Kami dari keluarga besar God Bless menyampaikan kabar duka yang mendalam. Telah berpulang dini hari ini (8/12) pada pukul 04.00 WIB di RS Fatmawati, Jakarta, saudara kami Bapak Yahya Karya Konsepsianto bin Moektio (Yaya Moektio).” Isi keterangan Instagram God Bless.

God Bless mengenang sosok Yaya Moektio sebagai musisi yang turut memberikan warna serta kontribusi untuk dunia musik Indonesia.

“Beliau adalah bagian penting dalam sejarah God Bless dan dunia musik Indonesia, turut memberikan warna dan kontribusi yang tak akan pernah terlupakan. Atas nama keluarga besar God Bless, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberi ketabahan dan kekuatan.” Ucap Godbless.

Senin siang, ba’da Zuhur, Almarhum dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta. Selain keluarga dan kerabat dekat, sejumlah rekan musisi juga turut hadir mengantarkan Almarhum ke peristirahatan terakhir.

Amir Roez, Keith Rustam, Nada Noor, Rere Grass Rock, Tito Sumarsono, Alex Kuple, Krisna Prameswara, Arya Setyadi, Ekky Soekarno, dan beberapa musisi senior lainnya datang memberikan penghormatan terakhir. Hadir juga di pemakaman dua putra Ian Antono, Rocky dan Evan serta istri dari Ahmad Albar, rekan Almarhum saat di God Bless.

Putra drummer Yaya Moektio, Rama Moektio, mengungkapkan kronologi penyebab meninggalnya sang ayah. Yaya Moektio menghembuskan napas terakhirnya di RS Fatmawati, Jakarta, setelah berjuang melawan serangkaian penyakit dan infeksi yang bermula dari usus buntu yang pecah.

Penyakit yang diderita eks drummer God Bless itu sudah ada sejak lama, namun salah didiagnosis. Selama tiga tahun terakhir, Yaya Moektio sering keluar masuk rumah sakit karena keluhan yang selalu disangka asam lambung atau maag.

“Setiap tahun itu ada tiga kali masuk rumah sakit. Yang dikasih dokter dan apa yang dirasain Papa itu kayak asam lambung, kayak maag.” Ucap Rama Moektio saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Belakangan ini baru diketahui akar masalah kesehatannya adalah usus buntu yang pada akhirnya pecah. Pecahan tersebut menyebabkan nanah menyebar dan menjadi infeksi bakteri kronis akut di dalam tubuh.

Setelah dua kali operasi dilakukan, kondisi Yaya Moektio tidak kunjung membaik, justru timbul komplikasi baru yang fatal. Infeksi tersebut menyebar dan memicu munculnya Tuberkulosis pada beberapa organ vital.

“Untuk selanjutnya ternyata Babe (Ayah) tuh di penyakit yang belum ada tuh kayak parunya yang tadinya gak ada jadi kena TB, terus ususnya yang gak kenapa-napa jadi kena TB, ginjalnya juga jadi kena.” Jelas Rama Moektio.

Selama 17 hari dirawat di rumah sakit, Rama dan keluarga menyaksikan perjuangan berat Yaya Moektio. Kondisinya naik turun, dan ia sudah tidak mampu berkomunikasi sejak hari kelima perawatan.

“Dari (hari ke) 5 di Mayapada itu udah gak bisa ngomong. Jadi kondisinya naik turun, sudah masuk hari ke-10 lebih itu udah gak bisa respons yang bagus matanya, tapi masih bisa ‘ngoh-ngoh’.” Kenang Rama Moektio.

Di mata putranya, Yaya Moektio bukan hanya seorang musisi hebat tetapi juga sosok ayah dan pribadi yang luar biasa.

“He is a good father, he is a good drummer. Emang banyak belajar dari dia. Untuk sosialisasinya dia baik, kuat, gampang berteman, dan ke keluarganya juga good communication.” Pungkas Rama Moektio.