Vicky Nitinegoro Hengkang Dari Dunia Hiburan

Vicky Nitinegoro, yang dikenal sebagai seorang aktor dan selebriti, mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk meninggalkan dunia hiburan dan beralih menjadi pengusaha. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Kasisolusi, Vicky berbicara secara terbuka mengenai tekanan hidup dan tantangan yang dihadapinya selama bertahun-tahun berkarier di dunia entertainment.
Ia menjelaskan bagaimana menghadapi berbagai permasalahan tanpa larut dalam kepanikan. Scroll lebih lanjut. Vicky menegaskan bahwa ia selalu berpegang pada keyakinan bahwa setiap cobaan yang datang adalah sesuatu yang mampu ia jalani, dengan mengatakan, “Allah nggak bakal ngasih cobaan ke umat-Nya yang nggak bisa menjalani itu.” Keyakinan ini, menurut Vicky, telah membantunya melewati masa-masa sulit.
Dalam pembicaraan tersebut, Vicky juga menyinggung masa lalunya yang sempat terjerat masalah narkoba dan harus berurusan dengan kepolisian. Meskipun pernah dua kali tertangkap, ia menjelaskan bahwa situasi tersebut bukan karena ia seorang pengguna narkoba, melainkan karena ia “apes” dan terjebak oleh orang yang iri padanya.
Vicky mengaku bahwa ada orang-orang dari kalangan artis yang mencoba menjebaknya, namun ia lebih memilih untuk tidak menyebutkan nama atau inisial orang-orang tersebut. Baginya, biarlah Tuhan yang membalas perbuatan mereka.
Penangkapan Vicky Nitinegoro yang pertama terjadi pada tahun 2009. Tidak sendiri, ia diamankan bersama rekannya yang lain termasuk artis Jennifer Dunn. Saat penangkapan, polisi menyita 1 paket sabu dan 7 butir pil ekstasi dari kamar Jennifer Dunn. Walau ikut diamankan, Vicky Nitinegoro berhasil lolos karena hasil tes menunjukkan negatif menggunakan narkoba.
Penangkapan kedua terjadi tahun 2019 ketika Vicky diamankan di daerah Pasar Minggu bersama dua rekannya yang lain. Saat diamankan, polisi menyita vape dan liquid vape yang diduga mengandung tembakau gorila. Namun, Vicky Nitinegoro berhasil lolos karena terbukti negatif narkoba. Dua kasus tersebut disebutkan Vicky cukup membuktikan, bahwa dia bukan seorang pamakai narkoba.
“Dua kali ketangkep tapi bukan karena ya emang gue pengguna atau gue make? Nggak. Yang pertama emang gue apes tapi yang kedua emang ada orang sirik.” Tegas Vicky.
Vicky lantas menambahkan bahwa orang sirik tersebut merupakan rekan artis yang ia tak mau sebut nama maupun inisialnya.
“Dijebak gue ada orang sirik. Artis. Inisial? nggak. Gue dijebak artis inisialnya ya adalah. Kalau gue sebut juga pasti kalian tahu. Janganlah sebut bukan ranah gue buat mengharapkan dia dibales biar Allah aja udah yang bales.” Ujar Vicky.
Vicky juga mengisahkan pengalamannya tumbuh di Blok M, sebuah kawasan yang pada zamannya dikenal sebagai tempat bergaul yang keras. Ia mengaku bahwa berada di lingkungan tersebut membuatnya belajar banyak tentang kehidupan, meskipun Blok M juga terkenal sebagai tempat yang berbahaya bagi anak muda, dengan risiko overdosis, pembunuhan, dan lainnya. Namun, Vicky bersyukur karena pengalaman tersebut mengajarkannya banyak hal yang bermanfaat di kehidupannya sekarang.
“Tapi gue bersyukur gue pernah berada di sana karena banyak ilmu kehidupan yang gue petik gue dapat yang akhirnya gua jadi jadiin buat pedoman di saat sekarang ini itu kepakai banget gue,” katanya.
Menyoroti perbedaan antara generasi sekarang dan masa lalunya, Vicky mengungkapkan keprihatinannya terhadap mentalitas anak-anak muda zaman sekarang, yang menurutnya terlalu lemah dan mudah menyerah. Ia merasa bahwa tanggung jawab dan kemandirian adalah hal yang penting untuk dipelajari, terutama bagi anak laki-laki, agar tidak selalu bergantung pada orang tua dalam menghadapi masalah.
Ketika ditanya tentang pengalamannya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, Vicky menjelaskan bahwa ia sempat mencoba berbagai jenis narkoba karena penasaran, tetapi tidak pernah sampai kecanduan. Ia bersyukur bahwa dirinya tidak termasuk orang yang mudah ketagihan, meskipun pernah terpapar berbagai jenis narkotika. Pengalaman ini, menurutnya, berbeda dengan banyak orang yang mudah kecanduan setelah mencoba narkoba.
Vicky juga membahas tentang pengalamannya ditangkap polisi, di mana ia mengungkapkan bahwa ia hanya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah, yakni di lokasi yang menjadi target operasi polisi. Namun, hasil tes narkoba yang dilakukan padanya selalu negatif, dan ia menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah. Meskipun begitu, banyak orang yang menyangka bahwa ia menyuap pihak kepolisian untuk keluar dari masalah tersebut, padahal menurutnya ia tidak melakukan hal semacam itu.
Kini, Vicky lebih memilih untuk fokus pada dunia bisnis daripada melanjutkan kariernya di dunia hiburan. Keputusan ini diambilnya setelah melalui berbagai pengalaman hidup yang mengajarkannya banyak hal, termasuk pentingnya memiliki mindset yang kuat untuk terus maju dan tidak terjebak dalam masa lalu. Bagi Vicky, menjadi pengusaha memberikan tantangan dan kepuasan tersendiri yang tidak ia dapatkan di dunia entertainment.
