Tuhan, Alasan Ajie Notonegoro Pindah Keyakinan, Serta Inspirasi Karyanya

Desainer kondang Adjie Notonegoro mengakui bahwa dirinya sudah berpindah agama menjadi Kristen sejak 3 tahun lalu. Hal ini diungkapkan dirinya saat sedang berbicara dengan Melaney Ricardo.
“Tiga tahun yang lalu akhirnya saya pilih juru selamat saya. Dan di situ, saya merasa Tuhan itu sungguh dahsyat dan sangat baik,” kata Adjie, dikutip dari vlog YouTube Melaney Ricardo, Selasa 6 Oktober 2020.
Meski berpindah keyakinan di usia yang tidak muda lagi, Adjie mengaku bahagia. Paman Ivan Gunawan ini merasa pilihannya benar.
Adjie kemudian menceritakan bagaimana dirinya bisa menjadi seorang Kristiani. Ia pernah menjadi orang yang sempat melupakan Tuhan.
“Saya pernah di paling atas, itu surga dunia. Tapi saya selalu melupakan Tuhan. Selalu nomor satu cari uang, nomor dua anak, nomor tiga Tuhan,” ungkapnya.
Sebelum memutuskan pindah agama, Adjie juga sempat bermimpi. Dia merasa diberi petunjuk lewat bunga tidurnya.
“12 Desember 2014 saya mimpi, di sana saya duduk terus di belakang saya ada cahaya gitu terang banget dan di sana saya bertemu dengannya (Tuhan),” kata Adjie.
“Di sana dia berbisik kamu saya berkati. Sampai saat itu saya belum pernah cerita sama siapa-siapa sampai akhirnya saya cerita ke anak saya, karena saya kembali mendapatkan mimpi sebanyak dua kali,” sambungnya.
Sampai akhirnya mimpi yang kedua datang pada malam natal. Setelah itu, Adjie Notonegoro baru bisa bicara dengan anaknya mengenai apa yang dirasakannya dan meminta restu untuk pindah keyakinan.
Sementara itu, Adji Notonegoro pun menegaskan bahwa keputusannya untuk pindah agama bukan sesuatu yang salah. Paman dari Ivan Gunawan ini diketahui pindah keyakinan sejak tiga tahun yang lalu.
Terlepas dari itu, desainer yang cukup serius mengolah wastra Nusantara itu rupanya pernah membuat koleksi gaun super indah berlukis Batik Prada yang ternyata terinspirasi dari Tuhan. Ya, koleksi tersebut dia tampilkan dalam acara peluncuran salah satu klaster rumah mewah di area BSD, Tangerang Selatan.
Jadi, Adji Notonegoro coba meracik keindahan Indonesia dalam satu kesatuan adi busana yang menarik perhatian. Bertajuk “Batik Prada Nusantara by Adji Notonegoro”, 20 koleksi teranyar perancang busana ini lebih memperlihatkan kekayaan Indonesia lewat motif di busananya.
“Saya pakai visual bunga bangkai, kamboja, dan banyak bunga lainnya khas Indonesia. Jadi, saya ingin memperlihatkan keindahan Indonesia secara keseluruhan, bukan hanya satu daerah.”
Bukan hanya soal keindahan Indonesia, Adji pun memperlihatkan kemampuannya dalam menciptakan karya busana. Jadi, semua motif yang ada di karyanya merupakan lukisan Adji sendiri. Tidak ada satu pun motif yang berasal dari hasil printing.
“Itu kenapa, satu koleksi hanya ada satu piece. Saya ingin menciptakan karya yang berbeda dari biasanya,” ungkapnya.
Untuk inspirasi koleksinya sendiri, Adji menjelaskan, dia terinspirasi dari Tuhan. Meski begitu, flora dan fauna di Indonesia yang kemudian tertuang di koleksi ini.
“Inspirasi, ya, dari Tuhan, tapi saya lebih mengangkat motif-motif dari bunga sih. Inspirasi motif sebenernya keluar dari kepala saya, seperti bunga bangkai cuma ada di Indonesia dan saya tuangkan ke dalam lukisan, selain itu juga ada bunga kamboja dari Bali dan bunga mawar. Ada juga hewannya seperti capung, belalang, kupu-kupu, ya flora dan fauna,” lanjut Adji menjelaskan.
Adji menambahkan, lukisan motif di setiap koleksinya pun dilukis menggunakan tinta emas. Itu juga yang membuat nama koleksinya “Batik Prada Nusantara” yang memiliki makna kekayaan Indonesia dalam motif tinta emas.
Dalam deretan 20 koleksi Adji ini, kebanyakan memang merupakan gown evening. Tapi, ada 4 koleksi yang dikhususkan untuk pria. Koleksi pria itu bermotif parang dan tetap ada unsur flora dan faunanya.
Bicara mengenai palet warna yang digunakan, kebanyakan Adji menggunakan warna basic seperti merah, hitam, cokelat. Ada beberapa juga di antaranya yang menggunakan warna shocking pink. Secara keseluruhan, koleksi ini cukup menarik.
