Stephen Chow Terancam Bangkrut

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Stephen Chow tengah terseret kasus hukum dan dikabarkan terancam bangkrut usahanya. Sosok yang menyeret Stephen Chow ke ranah hukum, ternyata sang mantan pacarnya sendiri, Alice Yu. Alice mengklaim Stephen Chow masih berhutang kepada dirinya, sejumlah uang senilai total HKD70 juta atau kurang lebih Rp133,1 miliar.

Masih dari laporan yang sama, gugatan dari Alice kepada Stephen Chow tersebut dikatakan sebenarnya dibuat pada tahun 2012. Alice mengklaim bahwa Stephen Chow masih memiliki hutang komisi untuk penjualan rumah mewah mereka dengan nilai USDHK800 juta, yang berarti dia pantas mendapatkan USDHK80 juta sebagai komisi. ia mengklaim dirinya hanya menerima uang senilai HKD10 juta atau sekira Rp19,2 miliar. Setelah membayar USDHK10 juta bulan Maret tahun ini, Stephen Chow membantah memiliki hutang komisi yang lain.

Ketika Alice Yu dan Stephen Chow masih menjalin hubungan asmara, Alice saat itu bukan hanya menjadi kekasih, tapi juga sekaligus menjadi konsultan keuangan dari bintang Shaolin Soccer dan Kung Fu Hustle tersebut. Ia membantu Stephen Chow untuk bisa mendapatkan keuntungan dari investasi real estate. Stephen Chow mengakhiri hubungannya dengan pewaris pengusaha konstruksi di Hong Kong itu pada 2010 silam, setelah menjalani hubungan selama 13 tahun.

Walau sudah putus, Alice tetap memfasilitasi Stephen Chow dari bisnis konsultannya. Selain membayar biaya konsultasi ke perusahaan milik Alice sebesar USDHK59 ribu per bulan, Stephen Chow berjanji kepada Alice akan mendapatkan 10 persen dari laba setelah dipotong pajak dari investasinya.

Stephen membayar gaji bulanan untuk Alice dan keduanya membuat perjanjian secara lisan. Dikatakan lebih lanjut, lewat perjanjian lisan tersebut Alice akan menerima bonus 10 persen dari keuntungan setelah pajak sebagai komisi dari investasi yang berhasil. Tapi di sisi lain, Stephen menyangkal dirinya berutang uang komisi kepada Alice.

Selain itu, Stephen Chow diberitakan juga kini tengah di bawah tekanan dari para investor di perusahaan film miliknya, sebagai kompensasi akibat tertundanya perilisan film terbarunya, The Mermaid II karena pandemi Covid-19. Para investor disebutkan telah menuntut kompensasi setidaknya senilai HKD200 juta atau sekira Rp380,4 miliar, atas kerugian yang disebabkan oleh penundaan rilisnya film tersebut.

Tidak hanya diseret ke ranah hukum oleh mantan pacarnya sendiri dan investor. Ternyata sejak beberapa bulan lalu, Stephen dilaporkan telah menggadaikan rumah mewah miliknya yang terletak di The Peak, yang mana dikenal sebagai salah satu kawasan elit, eksklusif dan mahal di Hong Kong.

Menurut berita portal berita Hong Kong, Apple Daily Kamis 15 Oktober 2020 kemarin, mengabarkan bahwa aktor Shaolin Soccer dan Kung Fu Hustle itu telah menggadaikan rumahnya yang berlokasi di jalan 12 Pollock’s Path, salah satu jalan termahal di dunia kepada Bank JP Morgan Chase pada Maret lalu.

Saat puncak pandemi Covid-19 menghantam Asia, hipotek penggadaian rumah mewah pria 57 tahun tersebut dikatakan ditandatangani oleh kakak perempuannya.

Kabar lebih lanjut menyebutkan, seorang pembeli yang berminat membeli rumah seluas 5.711 meter persegi tersebut sudah sempat mendekati dan berunding dengan Stephen Chow untuk bisa mendapatkan rumah mewah itu seharga HKD1,1miliar atau kurang lebih Rp2,1 triliun, namun Stephen Chow tetap kukuh tidak mau menjualnya.

Laporan lain menyebutkan, rumah mewah di kawasan elit di Hong Kong itu bukanlah aset properti pertama yang dijual oleh Stephen Chow. Sebelumnya, pada tahun 2011 ia juga dikabarkan telah menjual salah satu rumah mewah miliknya.