Selebgram AP Tewas Usai Ditusuk Teman Wanitanya

Seorang selebgram bernama Ari Pratama, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tewas mengenaskan setelah mendapat luka tusukan senjata tajam pada Jumat pagi tadi.
“Korban ini korban pembunuhan. Korban selebgram Makassar,” kata Kasi Humas Polsek Panakkukang Bripka Ahmad Halim membenarkan kejadian tersebut. Di akun Instagramnya Ari memiliki followers 16 ribuan.
Halim menjelaskan, Ari dan seorang teman wanitanya menginap di Wisma Topas, Kecamatan Panakkukang, Makassar sekitar pukul 03.41 WITA dan masuk ke dalam kamar 214. Satu jam berselang, Ari keluar dari kamar menuju resepsionis dengan kondisi bersimbah darah. Ia bermaksud meminta pertolongan dan menyampaikan bahwa ia telah ditusuk oleh teman wanitanya di dalam kamar.
“Korban keluar sudah telanjang. Dia pergi ke resepsionis sudah bersimbah darah dan mencari pertolongan,” ucap Halim.
Salah satu karyawan wisma tersebut, Rony, yang sedang berjaga pada saat kejadian melihat langsung korban yang berjalan ke resepsionis dengan darah di sekujur tubuhnya.
“Saya yang jaga. Dia datang sekitar 03.41 WITA bersama sama cewe dan masuk kamar 214. Sekitar 1 jam, cowonya keluar ke lobby tanpa busana sambil berdarah. Dia bilang saya ditikam sama cewe,” jelas Rony.
Saat ini, jenazah Ari telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pihak kepolisian dari Polsek Panakkukang tengah melakukan olah TKP di lokasi.
Nyawa Selebgram Makassar Ari Pratama alias AP tidak tertolong setelah ditusuk oleh seorang wanita bernama Aisyah Alfika. Aisyah Alfika saat ini berstatus sebagai Mahasiswi Budaya di salah satu kampus ternama Negeri di Makassar. Dari penjelasan polisi, antara Ari Pratama dan Aisyah Alfika terdapat hubungan dekat namun tidak berpacaran. Kanit Reskrim Polsek Panakkuang Iptu Iqbal Usman mengungkapkan motif Aisya menghabisi nyawa Selebgram yang memilki 16 ribu followers Instagram itu.
“Pelaku sakit hati karena korban dianggap tidak bertanggung jawab. Sebelumnya mereka pernah melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Tapi belakangan, korban malah berniat untuk meninggalkan atau mengakhiri hubungan dengan pelaku,” kata Iqbal.
Iqbal juga mengungkapkan bahwa pelaku dari awal sudah memiliki niat untuk menusuk korban. Hal itu dapat dilihat karena pelaku membawa pisau dapur dari rumahnya saat menemui korban.
Sanak keluarga Ari Pratama, masih berada di RS Bhayangkara. Saat ini mereka masih menanti agar anaknya dapat segera dipulangkan ke rumah. Ibu korban, Satria, tidak berhenti menangis di rumah sakit tersebut dan ingin melihat wajah terakhir anak pertamanya itu. Warga yang berdomisili di Jalan Rappokalling, Lorong 1, Kecamatan Tallo ini sangat berharap penuh kepada pihak dokter, agar diizinkan untuk bisa melihat wajah malang anaknya yang kini sudah terbujur kaku.
“Saya mau sekali ketemu dengan anakku kasihan. Hanya mau lihat tapi belum bisa,” kata Satria, saat ditemui di RS Bhayangkara, Jumat pagi tadi.
Satria tidak sendirian, dia menunggu bersama dengan beberapa sanak keluarganya yang lain. Sesekali wanita berjilbab ini menerima panggilan telepon dari keluarganya tentang perkembangan jenazah Ari di rumah sakit tersebut.
“Saya di sini sudah menunggu sejak sekitar pukul 13.20 WITA tadi. Tapi belum bisa kami lihat anak saya. Anakku kasihan anakku,” tambah dia sambil bercucuran air mata.
Pantauan di lokasi, jenazah Ari saat ini masih berada di dalam ruang pendingin khusus jenazah. Rekan seprofesi korban juga demikian. Beberapa di antaranya selebgram Tumming, Abu, Sukri, Zaka Ribo, dan rekan lainnya juga masih menunggu hingga jenazah temannya dipulangkan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari tim medis RS Bhayangkara perihal kepastian waktu korban akan dikembalikan ke pihak keluarga.
