Sandra Dewi Menjadi Saksi Di Kasus Suaminya

Sandra Dewi hari ini memberikan kesaksian di sidang kasus timah yang melibatkan Harvey Moeis. Selain Sandra Dewi, ada juga adiknya selaku manajernya, asisten pribadinya dan adik iparnya yang menjadi saksi dalam kesempatan itu.
Artis Sandra Dewi menyampaikan beberapa poin seusai menjadi saksi dalam kasus korupsi PT Timah yang melibatkan sang suami, Harvey Moeis. Ia awalnya menegaskan memiliki pendapatan sendiri. Ibu dua anak itu juga menceritakan soal bagaimana perjalanan kariernya selama berada di dunia hiburan.
Ada tabungan, emas dan tas bermerek yang turut disita dalam kasus ini. Hal tersebut membuat Sandra Dewi bertanya kenapa turut disita, padahal menurut pengakuannya itu didapatkan dari keringatnya sendiri.
“Saya berkesempatan untuk memberikan kesaksian dan klarifikasi hari ini. Kalau saya punya pendapatan sendiri, faktanya sudah 10 tahun saya mendapat endorsement lebih dari 23 toko tas-tas, emas-emas yang saya dapatkan dari brand yang saya iklankan selama ini.” Ucap Sandra Dewi di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Kemudian Sandra mengatakan PT Timah telah mengundang perusahaan suaminya untuk bergabung dalam kepentingan BUMN.
“Kemudian inti dari kasus ini setelah saya mencari tahu adalah BUMN alias PT Timah mengundang dan mengajak swasta untuk bekerja sama untuk kepentingan BUMN yaitu untuk kepentingan negara, PT Timah.” Ungkap Sandra Dewi.
Dalam pengakuannya, Sandra Dewi mengaku menyesal karena suaminya, Harvey Moeis bekerja sama dengan BUMN.
“Kalau saya tahu kerja sama dengan BUMN saya larang suami saya. Nggak cerita kalau (suami saya) kalau tahu saya larang, kenapa saya larang? Banyak temen-temen suami saya ujung-ujungnya berurusan dengan penegak hukum berisiko tinggi, karena badan usaha ada untung rugi, kalau BUMN harus untung.” ungkap Sandra Dewi.
Selain itu, dengan nada tinggi Sandra Dewi juga mengaku sangat terkenal di kampung halamannya. Bahkan saat pulang kampung ia selalu disambut dengan tarian daerah. Pernyataan itu muncul saat hakim menyinggung apakah Harvey Moeis kerap berujung ke kantor Polda Babel. Karena diduga ada keterlibatan oknum kepolisian.
“Terkenal, saya kan artis dari Babel, suami saya kan terkenal. Kalau saya mau pulang kampung saya disambut tarian di sana.” Ungkap Sandra Dewi.
Sandra Dewi juga beralasan kenapa dirinya mau bersaksi. Hal itu karena ia sudah berjanji dengan keluarganya.
“Saya hari ini mau bicara karena saya berjanji kepada keluarga saya, saudara-saudara saya, teman-teman saya. Saya harus menyuarakan apa yang mereka post di medsos, apa yang mereka suarakan di medsos selama ini tidak terdengar sama sekali, karena nenek moyang kami ini adalah penambang timah.” Ujar Sandra Dewi.
Ibu dua anak itu juga mengatakan saat ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan seusai kasus timah di Bangka Belitung. Ia merasa kondisi kampung halaman menjadi mencekam setelah ada masalah ekonomi.
“Jadi sekarang banyak sekali masyarakat kami yang kehilangan mata pencaharian. Keadaan Bangka Belitung pun jadi mencekam, banyak pencurian, perampokan, begal di mana-mana.” Ucap Sandra Dewi.
Dia menjelaskan, kondisi itu justru berbeda dengan pengalamannya saat bertempat tinggal selama 18 tahun di Babel. Saat itu, menurut Sandra, kehidupan masyarakat di Babel sangat damai. Bahkan, kata Sandra, rumah-rumah di Babel selalu terbuka hingga menjelang tengah malam. Itu pun, masyarakat Babel tidak pernah mengunci pintu rumah mereka.
“Dan sekarang baru beberapa hari yang lalu sepupu saya menelpon saya, susah banget disini sekarang, keadaannya mencekam. Lagi makan aja nasi goreng di tengah jalan ada yang nyolong tabung gas, saya bilang kenapa? ‘Iya karena kan masyarakat Bangka Belitung ini pekerjaannya timah.” Tutur Sandra Dewi.
Dengan demikian, Sandra Dewi meminta kepada pihak terkait atau pemerintah agar bisa membuat kebijakan untuk mengatasi persoalan itu.
“Semoga ada peraturan yang sesuai dengan kondisi untuk masyarakat Bangka Belitung. Karena ini bukan hanya masalah saya, tapi masalah Timah di Bangka Belitung.” Pungkas Sandra Dewi.
