Rio Reifan Kembali Ditangkap Terkait Narkoba

Rio Reifan kembali ditangkap oleh pihak kepolisian terkait masalah narkoba. Menurut polisi hasil tes urine menunjukkan Rio positif menggunakan narkoba jenis sabu. Artis berusia 36 tahun itu ditangkap di rumah bersama seorang temannya yang juga mengkonsumsi narkoba. Rio dan temannya saat ini ditahan di Polres Jakarta Pusat.

“Sebenarnya kita tangkap di rumahnya. Dia emang pakai sama temannya satu orang. Jadi ada satu orang lagi yang kita amankan,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indraweny Panjiyoga.

Rio dan temannya tidak banyak melawan saat ditangkap. Polisi kemungkinan baru akan merilis penangkapan Rio esok.

“Selebihnya nanti kita rilis sama Kabid Humas sama Kapolres,” katanya.

Kabar ini dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus.

“Betul,” kata Yusri saat dikonfirmasi oleh pihak media.

Rio Reifan diamankan kepolisian di kediamannya yang terletak di Jalan Otista, Jakarta Timur, Senin, 19 April 2021. Saat ini, kepolisian belum bisa memberi keterangan lebih dalam karena masih dalam tahap pemeriksaan.

“Polres Jakarta Pusat yang amankan,” ucap Yusri.

Polisi menyita narkoba jenis sabu saat menangkap Rio Reifan. Rencananya, polisi akan memberikan keterangan lengkap terkait penangkapan pemain sinetron Aqso dan Madina tersebut.

“Sabu,” Yusri Yunus menambahkan.

Rio Reifan sudah berulang kali terjerat kasus narkoba.Rio Reifan terakhir diciduk di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Rabu, 14 Agustus 2019. Saat itu polisi menyita barang bukti sabu seberat 0,0129 gram dari tangan Rio Reifan saat penangkapan tersebut.

“Yang pertama saya juga bilang kapok, tapi masuk lagi. Kalau yang kedua ini saya enggak mau bilang kapok,” kata Rio Reifan

Pada 13 Agustus 2017, bintang sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini kembali dibekuk polisi karena menggelar pesta sabu di tempat hiburan malam. Rio Reifan harus mendekam selama 9 bulan di penjara dan bebas Juni 2018.

Rio kemudian ditangkap lagi terkait kasus serupa pada Agustus 2019 di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Dia kemudian divonis 20 bulan penjara.

Rio Reifan baru menghirup udara bebas pada Juni 2020. Pembebasan itu lantaran dia mendapatkan asimilasi Covid-19

Henny Mona tidak merasa senang atau lega saat tahu mantan suaminya, Rio Reifan ditangkap polisi lagi karena kasus narkoba. Meksi keduanya kini sedang berseteru.

“Ya semua itu kembali sama Allah. Aku sih wallahualam. Mau karena apa bukan. Balik lagi ke Allah aja. Lillahi taala,” kata Henny Mona di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Bahkan ketika ditanya apakah Rio Reifan kecanduan narkoba saat masih bersamanya, Henny Mona enggan menjawab. Tampaknya dia tidak mau lagi dikaitkan dengan mantan suaminya itu. Ditegaskan Henny Mona, dia sudah tidak berkomunkasi lagi dengan Rio Reifan sejak bercerai.

“Ya kan udah ditutup komunikasi. Ya hidup dia, hidup dia. Hidup saya hidup saya. Udah masing-masing,” katanya.

Kepada pengacaranya, Alamsyah Rambe, Rio curhat jika dirinya mengalami kesulitan lepas dari ketergantungannya terhadap narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan Rio Reifan masih menggunakan barang haram tersebut tak lama setelah bebas pada pertengahan 2020.

“Menurut keterangan di dalam BAP, Sabtu atau Minggu Rio terakhir pakai (narkoba),” kata Alamsyah Rambe ketika ditemui di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Alamsyah memahami betul kondisi Rio yang mengalami kesulitan melepaskan kecanduannya.

“Yang namanya pecandu susah untuk bisa sembuh seratus persen, namanya juga kan kalau teman teman yang ngerokok misalnya, pecandu rokok itu susah untuk selesai, dia sendiri juga ada niatan untuk berubah,” ucapnya.

“Cuma lingkungan pikirannya belum kontrol sehingga kembali lagi ke awal,” tambahnya.

Alamsyah menduga bahwa Rio masih mengonsumsi narkoba karena faktor dari lingkungan. Walaupun Rio sempat menjalani rehabilitasi.

“Karena setiap manusia berbeda, mungkin nih, mungkin faktor lingkungan teman temannya itu masih ada,” ungkapnya.

Alamsyah mengatakan bahwa dirinya sering mengingatkan Rio agar tidak lagi mengkonsumsi narkoba. Hanya saja kembali lagi, ia sadar kliennya sudah jadi pecandu.

“Saya sering mengingatkan beliau, saya enggak mau bang Rio jatuh ke lubang yang sama. Tapi akhirnya jatuh lagi, makanya saya shock,” pungkas Alamsyah Rambe.