Pemimpin Umat Katolik Dunia Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Pemimpin tertinggi Katolik, Paus Fransiskus meninggal dunia pada Hari Senin, 21 April 2025 kemarin. Obituari kepergian Pope Francis disampaikan resmi Camerlengo Gereja Roma, Kardinal Kevin Joseph Farrell. Paus Fransiskus wafat di usia 88 tahun, tepat pukul 07.35 waktu setempat atau 12.35 WIB.
“Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan wafatnya Bapa Suci Fransiskus,” ucap Kardinal Kevin Joseph Farrell dalam rilis resmi otoritas Vatikan, 09.47 waktu setempat atau 14.47 WIB.
Kondisi kesehatan Paus Fransiskus terus menurun sebelum wafat. Pope Francis setidaknya menjalani perawatan di rumah sakit selama 5 pekan lamanya akibat infeksi yang menyebabkan pneumonia ganda. Paus Fransiskus diizinkan keluar dari rumah sakit, pada akhir Maret 2025.
Walau kondisinya melemah, Paus Fransiskus masih hadir dalam peringatan Paskah. Ia keluar dengan kursi roda dan melambaikan tangan ke jemaah dari balkon Basilika Santo Petrus.
“Saudara-saudari terima kasih, Selamat Paskah.” Ucap Paus Fransiskus dalam peringatan Paskah di Vatikan.
Paus Fransiskus diketahui memiliki riwayat sejumlah penyakit, termasuk pneumonia ganda yang dialaminya sebelum mangkat. Selain itu, Paus memiliki riwayat penyakit lain. Beberapa dialami Paus sejak masih muda.
Seperti disebutkan Reuters, sosok bernama asli Jorge Bergoglio itu diketahui radang selaput dada, tepatnya di usia 21 tahun. Ia bahkan harus menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya di Argentina.
Sejak 2023, Paus disebutkan beberapa kali menderita influenza dan masalah lainnya. Beberapa pertemuan terpaksa harus batal karena kondisi tersebut. Misalnya pada September 2024, Paus membatalkan janji temu, karena disebutkan Vatikan bahwa Ia menderita flu ringan.
Pada Februari 2024, Paus sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit setelah mengalami flu. Namun Paus kembali ke Vatikan pada hari yang sama. Sebelumnya lagi, pada akhir November 2023, Paus terpaksa membatalkan perjalanan ke pertemuan COP28 di Dubai karena efek influenza dan radang paru-paru.
Adapun pada bulan Maret 2023 , Paus Fransiskus dibawa ke rumah sakit setelah mengeluh kesulitan bernapas. Ia pulih dengan cepat setelah menerima antibiotik untuk bronkitis.
Pada tahun yang sama, tepatnya bulan Juni 2023, Paus menjalani operasi terkait hernia perut dan membuatnya dirawat di rumah sakit selama 9 hari. Masalah organ dalam lain dialami Paus pada Juni 2021. Ketika itu, Paus menjalani operasi 6 jam untuk pengangkatan usus besar sepanjang 33 cm.
Berdasarkan sertifikat kematian yang dirilis Vatikan pada Senin malam waktu lokal, Paus Fransiskus meninggal dunia akibat serangan stroke. Dikutip AFP, stroke yang menyerang secara tiba-tiba itu membuat Paus Fransiskus mengalami kondisi koma hingga gagal jantung “yang tidak dapat dipulihkan”. Berikut isi lengkap surat wasiat Paus Fransiskus yang ditulis pada Juni 2022 dan dirilis situs resmi Vatikan.
“Dalam Nama Tritunggal Mahakudus. Amin
Ketika aku merasakan senja kehidupan duniawiku semakin mendekat, dan dengan harapan teguh akan kehidupan kekal, aku ingin menyampaikan wasiat terakhirku–khususnya mengenai tempat peristirahatan terakhirku.
Sepanjang hidupku, dan selama pelayananku sebagai imam dan uskup, aku selalu menyerahkan diriku kepada Bunda Tuhan kita, Santa Perawan Maria yang Terberkati. Karena itu, aku memohon agar jenazahku beristirahat–sambil menanti Hari Kebangkitan–di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore.
Aku ingin perjalanan akhirku di dunia ini berakhir di tempat suci Maria yang kuno ini, tempat di mana aku selalu berhenti untuk berdoa setiap kali memulai dan mengakhiri Perjalanan Apostolik, dengan penuh keyakinan menyerahkan niat-niatku kepada Bunda Tak Bernoda, dan mengucap syukur atas kasih sayangnya yang lembut dan keibuannya yang penuh perhatian.
Aku memohon agar makamku dipersiapkan di relung pemakaman yang terletak di lorong samping, antara Kapel Paulus (Kapel Salus Populi Romani) dan Kapel Sforza dalam Basilika ini, sesuai dengan rencana yang terlampir.
Makam tersebut hendaknya berada di tanah; sederhana, tanpa ornamen khusus, hanya memuat tulisan: Franciscus.
Biaya persiapan makam akan ditanggung oleh seorang dermawan, yang telah aku atur agar dananya disalurkan ke Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore. Aku telah memberikan instruksi yang diperlukan terkait hal ini kepada Kardinal Rolandas Makrickas, Komisaris Luar Biasa Basilika Liberia.
Semoga Tuhan menganugerahkan balasan yang layak bagi semua yang telah mengasihiku dan yang terus mendoakanku. Segala penderitaan yang mewarnai bagian akhir hidupku ini, aku persembahkan kepada Tuhan–demi perdamaian dunia dan persaudaraan antarmanusia.
Santa Marta, 29 Juni 2022.”
