Maestro Seni Titiek Puspa Menghembuskan Nafas Terakhir

Kabar duka hadir dari dunia musik Indonesia. Penyanyi senior dan maestro musik Indonesia, Titiek Puspa, meninggal dunia pada Hari Kamis, 10 April 2025 pukul 16.25 WIB. Kabar tersebut disampaikan pengamat musik Stanley Tulung melalui akun Instagram pribadinya. Unggahan tersebut disertai keterangan foto saat perayaan ulang tahun musisi senior Sjahrul Bajumi pada 12 Februari 2025 lalu di kawasan Simprug, Senayan, Jakarta.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan Tante @titiekpuspa_official. Semoga lapang jalanmu menuju keabadian sejati dan diterima di sisi Yang Maha Kuasa.. Aamiin YRA. Berpulang jam 16.25.” Tulis Stanley.

Putri sulung Titiek Puspa, Petty Tunjungsari, mengatakan, Titiek Puspa meninggal dunia dalam usia 87 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir di RS Medistra pukul 16.25 WIB.

“Innalilahi wa innailaihi rojiun, telah wafat ibu kami, eyang buyut, mertua, ibu Titiek Puspa, Hj. Titiek Puspa, usia 87 tahun, hari ini 10 April 2025, pukul 16.25, di RS Medistra dengan tenang dan damai.” Ucap Petty.

Petty tidak lupa meminta maaf jika ada kesalahan semasa hidup Titiek Puspa.

“Terima kasih atas doa-doa dari handai taulan, sobat sejawat eyang yang dirahmati Allah SWT, se-Indonesia. Mohon maaf apabila ada kesalahan dari eyang Titiek Puspa selama 67 tahun beliau berkarier di negeri tercinta ini, Indonesia. Mohon maaf kalau ada salah kata atau salah laku.” Ujar Petty.

Petty juga meminta doa untuk ibundanya.

“Tolong doakan ibu saya agar supaya perjalanannya lancer.” Tutur Petty.

Titiek Puspa alami pendarahan otak Sebelumnya, Petty sempat menjelaskan kondisi yang membuat sang ibu dilarikan ke Rumah Sakit Medistra pada 26 Maret 2025. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan adanya pendarahan di otak bagian kiri.

“Dan ternyata setelah diperiksa, ada perdarahan otak di sebelah kiri, kepala kiri. Nah itu memang termasuk yang serius karena Ibu Titiek usianya 87 tahun. Dan kami sendiri juga tidak mengerti kenapa terjadi perdarahan,” ucap Petty di RS Medistra, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2025).

Sebelum dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 20.00 WIB, Titiek Puspa sempat pingsan setelah menyelesaikan syuting program Lapor Pak! di stasiun televisi Trans 7. Usai insiden tersebut, pihak Trans 7 langsung membawa Titiek Puspa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Medistra. Petty mengatakan, dua hari sebelum kejadian, kondisi kesehatan ibunya masih baik.

Pada 24 Maret, Titiek Puspa bahkan sempat menghadiri acara bersama anak-anak panti asuhan yang digelar oleh Musica Studios.

“Itu ceria, senang bersama anak yatim. Kemudian ada wawancara, Ibu Titiek tidak ada pelo sama sekali, bahasanya lancar. Itu tanggal 24 ya.” Ucap Petty.

Setelah acara tersebut, Titiek beristirahat pada 25 Maret. Lalu, keesokan harinya, kondisi Titiek menurun saat syuting.

Petty mengatakan, ibunya kemudian menjalani operasi pendarahan otak dengan lancar.

“Dan hari pertama, kedua, ketiga masalah operasi itu berjalan dengan baik dan termasuk sukses.” Ujar Petty.

Jenazah Titiek Puspa telah dimakamkan siang ini di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Jenazah Titiek Puspa tiba di TPU Tanah Kusir pukul 13.35 WIB. Jenazah datang menggunakan mobil ambulans dari rumah duka yang berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Jenazah Titiek Puspa diturunkan oleh empat orang kerabatnya, yaitu Bondan, Dhio, Puma, dan satu orang petugas jenazah. Saat tanah perlahan menutupi jenazah Titiek Puspa, terasa suasana haru dari keluarga yang berdiri mengelilingi makam. Bambang sebagai perwakilan keluarga juga menyampaikan ucapan terima kasih, meminta permohonan maaf pada para pelayat yang hadir, serta doa untuk almarhumah.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.” Ucap Bambang.

Ustaz kemudian memimpin doa untuk Titiek Puspa di pemakaman. Suasana doa berlangsung haru dan terdengar ada beberapa anggota keluarga yang menahan tangis ketika berdoa. Barulah saat prosesi tabur bunga, tangis keluarga dan para pelayat pecah. Mereka tak kuasa menahan tangis ketika menaburkan bunga di atas makam Titiek Puspa, salah satunya adalah Inul Daratista yang harus dikuatkan suaminya, Adam Suseno.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Irfan Hakim menyempatkan diri untuk melayat ke rumah duka. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @irfanhakim75, ia membagikan momen tersebut dan mengungkapkan sebuah percakapan tak terduga yang ternyata menjadi pesan terakhir dari Eyang Titiek kepadanya.

Irfan bercerita, ia sangat terkejut karena tak ada angin tak ada hujan, Eyang Titiek tiba-tiba menghubunginya untuk membahas hal yang sangat penting baginya yaitu masa depan anak-anak Indonesia. Bahkan, percakapan antara Irfan dan Eyang Titiek berlangsung satu jam lamanya.

“Tiba-tiba di suatu siang, Eyang Titiek Puspa telepon. Cukup lama hampir 1 jam. Gak ada angin, gak ada hujan, Eyang ajak diskusi mengenai anak-anak Indonesia.” Tulis Irfan dalam unggahannya.

Dalam percakapan panjang tersebut, Titiek Puspa menyampaikan sebuah harapan dan keinginan yang sangat mulia. Ia ingin sekali melihat adanya sebuah wadah khusus yang bisa menjadi tempat berkumpul dan mengembangkan bakat anak-anak muda Indonesia dari berbagai penjuru negeri, khususnya di bidang seni.

“Eyang memberikan amanah dan permintaan untuk dibikinkan sebuah wadah yang bisa menampung anak-anak Indonesia dari seluruh provinsi, yang berbakat di bidang seni, bernyanyi, menari, atau berakting agar mereka bisa mengembangkan bakatnya.” Tulis Irfan Hakim.

Mendengar harapan tulus dari Titiek Puspa, Irfan pun berjanji dalam hatinya untuk berusaha mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Baginya, ini adalah cara terbaik untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa sang legenda yang telah memberikan begitu banyak kontribusi bagi dunia seni Indonesia.

“Insya Allah Eyang akan bahagia di sisi Nya dengan semua jasa dan kenangan manis yang ditorehkan. Eyang.. insya Allah mudah-mudahan saya bisa mewujudkan cita-cita Eyang.. aaamiiin…” Tulis Irfan Hakim.