Istri Komedian Sule Keguguran

Kabar duka tengah menyelimuti komedian Sule dan istrinya, Nathalie Holscher. Nathalie mengabarkan baru saja mengalami keguguran anak pertama dari pernikahannya dengan Sule setelah mengalami pendarahan.

Kendati demikian, Nathalie mengaku tetap semangat menjalani kehidupan sehari-hari dan menganggap ini merupakan takdir Tuhan. Nathalie Holscher mengabarkan kondisi kehamilannya yang mengalami pendarahan melalui Instagram story-nya. Nathalie menganggap masih ditugaskan oleh Tuhan untuk mengurus anak-anak Sule dari pernikahannya dengan Lina Jubaedah.

“Memang mungkin Allah sayang sama aku… Aku harus mengurus dulu semua anak-anak aku yang paling aku sayang dan suamiku tercinta,” tulis Nathalie.

Adapun, Sule menikah dengan Lina Jubaedah pada 1997. Setelah membangun bahtera rumah tangga selama 21 tahun, Sule dan Lina bercerai pada 2018. Dari pernikahan itu, Sule dan Line dikaruniai empat orang anak yang bernama Rizky Febian, Putri Delina, Rizwan Fadillah, dan Ferdinan Andriansyah.

Setahun kemudian, Lina menikah dengan Teddy Pardiyana dan dikaruniai seorang anak bernama Bintang. Sementara, Sule akhirnya menikah dengan Nathalie Holscher pada 15 November 2020 tepat dihari ulang tahunnya yang ke-44.

Nathalie Holscher beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa dirinya tengah hamil anak dari komedian Sule. Kabar tersebut bahkan sempat disambut gembira oleh keempat anak sambungnya, Rizky Febian, Putri Delina, Rizwan, dan Ferdinan.

Sayangnya, janin dalam kandungan Nathalie tak bisa bertahan lama. Melalui akun Instagram pribadinya, wanita 28 tahun itu mengatakan bahwa dirinya baru saja mengalami pendarahan dan janin dalam kandungannya dikatakan gugur.

“Jadi dari hasil USG dan akupun positif Alhamdulillah.. Dan kemarin tiba-tiba pendarahan banyak banget dan akhirnya nggak jadi..,” ungkap Nathalie Holscher pada akun Instagram Storiesnya.

Mengetahui hal itu, Nathalie jelas merasa sedih. Ia bahkan mengaku sempat merasa takut dengan suaminya, saat memberi tahu kabar bahwa dirinya mengalami keguguran.

“Yang aku sedihnya bukan karena apa-apa ya.

aku takut ngecewain suamiku,” jelasnya.

“Tapi kenyataannya suamiku selalu full support aku banget. Huhu,” tambahnya.

Namun berbeda halnya dengan kenyataan, Nathalie justru mendapatkan semangat dan dukungan dari anak-anak serta suaminya. Tentunya, agar dirinya bisa ikhlas menerima kenyataan terkait gugurnya janin dalam kandungannya.

“Bunda harus semangat !!! Dan terima kasih buat anak-anak bunda yang selalu sayang dan perhatian sama bunda,” tuturnya.

“Dan suamiku tercinta yang selalu kasih support ke bunda,” tandasnya.

Keguguran yang terjadi saat usia kehamilan belum mencapai 20 minggu, kebanyakan penyebabnya tidak dapat diketahui. Namun ada beberapa faktor risikonya, antara lain usia ibu di atas 35 tahun, memiliki penyait tertentu seperti diabetes dan gangguan tiroid, dan pernah mengalami keguguran sebelumnya.

1. Kromosom abnormal

Jika keguguran terjadi dalam 12 minggu pertama seperti Nathalie Holscher, penyebabnya biasanya masalah pada kromosom janin. Kromosom mengandung gen yang menentukan sifat unik bayi, seperti warna rambut dan mata. Seorang bayi tidak dapat tumbuh secara normal dengan jumlah kromosom yang salah atau rusak.

Kelainan pada kromosom bayi yang belum lahir dapat menyebabkan salah satu dari beberapa masalah, seperti embrio tidak berkembang dan plasenta tidak tumbuh normal. Beberapa kelainan kromosom lainnya dapat menyebabkan keguguran.

Risiko mengalami kelainan kromosom dan keguguran semakin besar seiring dengan pertambahan usia, terutama setelah usia 35 tahun.

2. Kondisi medis

Keguguran sering kali disebabkan oleh masalah kesehatan ibu. Beberapa di antaranya termasuk infeksi seperti cytomegalovirus atau rubella, penyakit jangka panjang yang tidak terkontrol seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, penyakit tiroid, lupus, dan gangguan autoimun lainnya.

Masalah dengan rahim atau leher rahim seperti fibroid pun bisa memicu, juga infeksi PMS seperti klamidia, gonore, sifilis, atau HIV. Selain itu, masalah pembekuan darah juga bisa menghalangi pembuluh darah yang membawa aliran darah ke plasenta.

3. Gaya hidup

Kebiasaan tidak sehat calon ibu, dapat meningkatkan risiko keguguran. Kebiasaan itu termasuk merokok meskipun ayahnya, minum alkohol, dan mengonsumsi narkoba.

Selain perokok pasif, zat tertentu di lingkungan di rumah atau di tempat kerja dapat membahayakan kehamilan, termasuk timbal di pipa air tua atau cat rumah, merkuri dari termometer rusak atau lampu fluorescent, zat pelarut, pestisida yang ada pada racun serangga, dan arsenik yang ada pada air sumur atau limbah.

4. Keracunan makanan

Beberapa tipe keracunan makanan selama hamil bisa meningkatkan risiko keguguran. Penyebab keracunan makanan termasuk listeriosis dalam keju lunak yang tidak dipasteurisasi seperti blue, Brie, atau queso fresco, dan makanan laut mentah atau setengah matang.

Penyebab lain adalah salmonella yang biasanya ditemukan pada telur mentah atau setengah matang, toksoplasmosis yang umumnya ada pada daging mentah yang terinfeksi. Penyakit dari makanan itu bisa menginfeksi bayi sebelum lahir meskipun ibu hamil tidak mengalami gejalanya.

5. Pengobatan

Beberapa obat bebas dapat meningkatkan kemungkinan keguguran, termasuk misoprostol yang biasa digunakan untuk mengobati tukak lambung dan rheumatoid arthritis, methotrexate (obat untuk rheumatoid arthritis), retinoid yang banyak digunakan untuk mengobati kulit eksim dan jerawat, obat anti inflamasi non steroid (NSAID) untuk nyeri dan peradangan.