Ibunda Anji Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Ibunda dari Anji Manji, yakni Sundari Hartiyo, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 20.03 WIB. Kepergian sosok yang begitu berarti dalam hidup Anji ini tentu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga para penggemar.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Anji menyampaikan langsung kabar kepergian sang ibu. Ia juga membagikan momen terakhir yang sangat emosional, yang memperlihatkan betapa dekatnya hubungan mereka sebagai anak dan ibu.

“Mama berpulang tepat di pangkuan. Aku ikhlas. Selamat jalan, Mama sayang @sundarihartiyo. Maafkan ucapan yang belum bisa saya balas satu persatu. Pagi ini Mama disemayamkan.” Tulis Anji yang di Instagram @duniamanji.

Tidak hanya itu, Anji juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan doa serta dukungan di tengah masa sulit ini. Ia juga membuka diri bagi siapa saja yang mungkin memiliki urusan yang belum terselesaikan dengan almarhumah.

“Terima kasih untuk semua doanya. Doa baik juga buatmu. Maafkan jika Mama punya salah. Jika ada urusan yang belum selesai, mohon disampaikan kepada kami anak-anaknya. Sekali lagi, terima kasih.” Tutur Anji.

Dalam curahan hatinya, Anji turut mengungkap rasa syukur karena sempat memiliki waktu yang cukup untuk merawat dan mendampingi sang ibu. Ia bahkan telah memindahkan ibunya ke tempat tinggal yang lebih dekat agar bisa lebih sering bersama.

“Aku ikhlas, Ma. Aku bahagia Mama sudah mau kupindahkan ke rumah yang sangat dekat denganku. Aku bahagia memutuskan banyak meluangkan waktu di rumah supaya bisa dekat Mama kalau terjadi apa-apa. Benar saja, hari ini Mama pergi.” Ujar Anji.

Kabar ini turut disampaikan oleh kakak Anji, Erie Prasetyo, dalam laman Instagram story pribadinya.

“Innalillahi wa innaillaihi rojiun. Telah berpulang kepada Allah, ibu saya tercinta, Siti Sundari binti Mitrodihardjo pada hari Kamis 26 Maret 2026 pukul 20:03 WIB.” Tulis Erie.

Anji mengungkapkan kronologi meninggalnya ibunda. Anji masih sempat memastikan langsung kondisi ibunda yang disebut sulit dibangunkan saat tidur di rumah.

Ia menjelaskan sang ibunda sempat dibawa ke IGD. Namun, ibunda dilarikan ke rumah sakit bukan karena mengalami kondisi kritis.

“Jadi ceritanya sebenarnya Mama bukannya masuk IGD karena sakit lalu meninggal, bukan. Tapi kita bawa ke IGD karena sepertinya udah gak ada di rumah, gitu. Jadi sebenarnya Mama tuh memang punya penyakit jantung sama ginjal dalam pengobatan.” Jelas Anji.

Menurut Anji, kondisi ibundanya terlihat sehat selama Ramadan hingga Lebaran. Bahkan saat halal bihalal keluarga, ibunda tampak bahagia menerima tamu yang datang tanpa ada keluhan.

“Tapi sejak Ramadan, terus terutama setelah Lebaran tuh Mama terlihat sehat karena beliau ketemu sama kakaknya, adik-adiknya. Keponakannya, sepupunya banyak, ramai gitu. Jadi pas lagi Lebaran, setelah Lebaran tuh kan kita ada halalbihalal keluarga. Mama saat itu gembira aja pokoknya, gak ada keluhan.” Tutur Anji.

Sehari sebelum meninggal dunia, Anji menyebut ibunda juga masih beraktivitas seperti biasa. Bahkan, ibunda sempat berpamitan ingin tidur.

“Kemarin juga gak ada keluhan, orang pamitnya sama saya juga Cuma mau tidur gitu. Iya di WhatsApp.” Tutur Anji.

Ia menceritakan, ibundanya masih sempat bercengkerama dengan keluarga dan kerabat sehari sebelum meninggal.

“Hari sebelumnya juga Mama dari rumah habis ketemu sepupu kami juga gitu, ngobrol sama Mama juga ketawa-ketawa, telepon-teleponan sama sahabat-sahabat saya. Gak ada masalah, terus besoknya juga gak ada masalah, ngobrol sama abang saya sampai jam 11 (malam), terus jam 11 sampai jam 3 ngobrol sama asisten saya, terus chat saya mau tidur.” Jelas Anji.

Kabar duka itu datang pada pagi hari, Anji sempat dikabari ibunya tak bangun-bangun.

“Terus tiba-tiba jam 7.20 saya dikabarin bahwa Mama gak mau bangun. Saya langsung lari karena alhamdulillah rumahnya dekat banget. Tepuk-tepuk, ‘Ma, Ma, Ma, bangun Ma,’ terus ngorok. Terus kayaknya udah hilang di situ karena sebelumnya saya masih ngerasain ada denyut jantungnya lemah, tapi setelah itu kayak pas banget lagi alhamdulillah lagi saya pegang.” Ungkap Anji.

Ibunda Anji, Siti Sundari, telah dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Hari Jumat, 27 Maret 2026 pagi.

Jenazah tiba sekitar pukul 09.10 WIB setelah diberangkatkan dari rumah duka di kawasan Perumnas 3, Bekasi, Jawa Barat. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, walau sempat terkendala genangan air di area makam.

Anji terlihat berada dalam satu ambulans bersama sang kakak, Erie, yang juga mendampingi jenazah ibunda. Raut kesedihan tampak jelas di wajah keduanya. Anji, beberapa kali terlihat menguatkan sang kakak dengan memegang kepalanya, terutama saat Erie turun ke liang lahad.

“Jangan nangis.” Ucap Anji.

Momen haru tidak terhindarkan saat Anji meratapi kepergian ibundanya di pusara. Erie pun tampak sangat terpukul atas kepergian sang ibu. Dalam prosesi tersebut, Erie juga mengumandangkan azan dan iqomah untuk sang ibunda sebelum jenazah diurug.

“Elu nanti azanin ya.” Ucap Anji kepada Erie.

Di sela prosesi, Anji sempat terlihat berbisik kepada putranya, Saga. Ia juga menabur bunga merah di makam bersama mantan istrinya, Wina Natalia.