Eddie Van Halen Meninggal Dunia

Kabar duka kembali datang dari gitaris legendaris Eddie Van Halen. Pendiri grup band Van Halen ini meninggal dunia dalam usia 65 tahun pada Selasa, 6 Oktober 2020 setelah kalah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya.

Kabar duka ini diumumkan anak Eddie Van Halen, Wolf Van Halen, lewat Twitter miliknya, Rabu, 7 Oktober 2020 dini hari waktu Indonesia.

“Aku tak percaya haru menulis ini, tapi ayahku, Edward Lodewijk Van Halen, meninggal dalam perjuangannya yang panjang dan sulit melawan kanker pagi ini,” tulis anak Eddie Van Halen.

“Ia adalah ayah terbaik yang bisa kupinta. Setiap momen bersamanya baik di atas panggung maupun di luarnya, adalah sebuah berkah,” tuturnya lagi.
Terakhir, Wolf menambahkan, “Hatiku hancur dan aku merasa tak akan pernah bisa bangkit dari kehilangan ini. Aku sangat mencintaimu, Pop.”

Eddie Van Halen lahir di Nijmegen, Belanda, pada 26 Januari 1955. Keluarganya pindah ke Amerika Serikat saat ia masih berusia delapan tahun, dan sejak kecil dirinya sudah dikenalkan dengan dunia musik.

Bersama kakaknya, Alex Van Valen, Eddie mendirikan band yang namanya berganti-ganti, sampai akhirnya menjadi Van Halen pada 1974.

Eddie Van Halen adalah salah satu gitaris legendaris dalam sejarah industri musik dunia. Rolling Stone dan Vultures mencatat pengaruhnya yang luar biasa, bahkan mendorong evolusi musik hard rock pada era 1970-an.

Seorang sumber mengatakan bahwa keluarganya benar-benar melindungi musisi yang pernah berkolaborasi dengan Michael Jackson di lagu “Beat It” tersebut.

“Selama karantina, semua orang di sekitar Eddie bahkan lebih berhati-hati tentang kesehatannya dan keluarganya benar-benar melindunginya,” kata sumber tersebut. “Dia menderita kanker tenggorokan selama bertahun-tahun tetapi itu menyebar.”

“Dia sudah mengalaminya selama bertahun-tahun tetapi tidak ada yang tahu itu seserius ini,” kata sumber lainnya.

Sebelum dikabarkan dirinya mulai terkena kanker tenggorokan, Van Halen sempat menderita penyakit kanker lidah pada tahun 2000 silam. Namun, ia berhasil mengalahkan penyakitnya itu pada tahun 2002.

Wolfgang bersama sang ibu yang merupakan mantan istri Van Halen, Valerie Bertinelli, dan istri Van Halen saat ini Janie Liszewski, diketahui menemani gitaris yang mempopulerkan teknik tapping finger ini ketika ia meninggal di rumah sakit.

Dilansir dari Rolling Stone, Eddie Van Halen justru pertama kali berkenalan dengan piano dan alat musik tiup klarinet. Piano itu merupakan hadiah dari sang ayah, Jan.

Maklum, sang ayah yang memainkan tiga alat musik ini. Hal lain yang patut dicatat tentang keluarganya, ibunda Eddie yakni Eugenia ternyata berdarah Indonesia – Belanda yang lahir di Rangkasbitung.

Kesedihan atas kepergian Eddie Van Halen, bukan saja dirasakan oleh musikus luar negeri tapi juga datang dari Indonesia. Ucpaan duka itu juga diucapkan oleh Arie Untung.

Melalui akun Instagram terverifikasi miliknya, Rabu, 7 Oktober 2020, Arie Untung mengunggah sebuah cover majalah bergambarkan Eddie Van Halen. Arie Untung mengaku bahwa Eddie Van Halen, merupakan salah satu musikus idolanya.

“EDDIE VAN HALLEN MENINGGAL.Gitaris keturunan Indonesia Belanda ini idolaku jaman nge band meninggal satu per satu,” tulisnya sebagai keterangan foto.

Kepergian sang idola yang sempat populer di masanya mengingatkan suami Fenita ini menyiapkan diri untuk kematian yang sewaktu-waktu dapat menjemputnya.

“Dulu beliau merupakan gitaris terbesar di zamannya. Ternyata superstar, kaya, populer meninggal juga akhirnya. Meninggal sebaik baik nasihat, dan pengingat kalau kita ini sama-sama sedang  menunggu waktu giliran,” sambungnya.