Ayah Jessica Iskandar Meninggal Dunia

Duka mendalam tengah dirasakan keluarga besar Jessica Iskandar setelah ayahnya, Hardy Iskandar meninggal dunia pada Sabtu, 28 Desember 2024 pukul 06.30. Kabar duka ini diunggah melalui akun Instagram pribadinya Jessica Iskandar.

“Ayah kami tercinta telah meninggal dunia. Rest in peace Papa Hardy Iskandar.” Tulis Jessica Iskandar lewat unggahannya.

Ayah Jessica Iskandar meninggal dunia usai menderita sakit. Jessica juga ungkap kini sang Ayah sudah bebas dan tidak lagi sakit.

“Tidak ada lagi penyakit saat ini, sekarang semua baik-baik saja. Kamu (papa) sudah bebas, kamu bisa terbang sekarang! Kamu bisa menikmati surga!” Tulis pilu Jedar dengan bahasa Inggris.

Sebelum jatuh sakit, ayah Jessica Iskandar pernah menjadi korban tabrak lari. Insiden tersebut terjadi empat tahun lalu, tepatnya pada 25 Februari 2020. Saat itu sang Ayah tertabrak saat tengah membeli buah-buahan. Karena jaraknya dekat, mendiang ayah Jedar memutuskan untuk  mengendarai sepeda motor.

Saat tengah berkendara, ada mobil yang pengendaranya tidak diketahui menabrak sang ayah hingga patah tulang. Akhirnya tangan dan kaki ayah Jedar membengkak dan sakit hingga dinyatakan patah tulang. Saat itu, sang Kakak yakni Erick Iskandar juga ungkap bukan hanya patah tulang hingga tidak bisa berjalan saja, namun ayahnya juga sempat kesulitan bernapas.

Jessica Iskandar juga sempat menceritakan kondisi kesehatan ayahnya sebelumnya. Setelah patah tulang akibat menjadi korban tabrak lari, Jedar ungkap sang Ayah juga mengidap beberapa penyakit semasa hidupnya.

Dikabarkan bahwa sang Ayah, Hardy Iskandar, juga mengidap diabetes, jantung, kolesterol, ginjal, dan beberapa penyakit lainnya. Jedar juga ungkap ayahnya merupakan perokok aktif semasa hidup, sehingga memengaruhi kondisi kesehatannya.

Jessica Iskandar telah mengikhlaskan kepergian Ayahnya, yang merupakan tanda Tuhan sayang dan ingin sang Papa berada di sisi-Nya. Kini dirinya merasa sang ayah sudah tidak sakit dan berada di tempat yang lebih baik.

Lewat unggahannya di Instagram, Jedar ungkap bagaimana kepribadian ayahnya selama hidup. Ia menuliskan bahwa sang Ayah telah menjadi guru dan pelindung untuk dirinya semasa hidup. Jedar juga ungkap semasa hidup, sang Ayah sama selalu bersikap lembut padanya. Ia kerap diperlakukan bak putri kecil meski kini telah menjadi Mama tiga orang anak.

“Papa adalah cerminan kasih. Tidak pernah sekalipun papa marah kepadaku, membentak atau apapun itu dengan nada tinggi. Papa selalu memperlakukanku sebagai putri kecil papa. Act of service papa, quality time papa luar biasa. Aku tubuh besar lembut dan sabar belajar dari kasih papa.” Tutur Jedar.

Dikabarkan kini jasad mendiang sang Ayah tengah disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, Gatot Subroto, Jakarta. Pada 31 Desember 2024 pukul 19.00 WIB mendatang, Jedar ungkap keluarganya akan melaksanakan upacara Malam Kembang. Jedar mengabarkan bahwa setelahnya, jasad sang Ayah akan dikremasi. Upacara kremasi akan dilaksanakan pada 1 Januari 2025 pukul 09.00 mendatang.

Sejak kabar duka ini tersebar, suasana rumah duka tampak dipenuhi karangan bunga yang datang dari berbagai pihak, termasuk kerabat, sahabat, hingga rekan artis. Ungkapan belasungkawa yang tertulis di karangan bunga tersebut menunjukkan betapa dihormatinya almarhum oleh banyak orang.

Keluarga dan kerabat terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir dan doa bagi mendiang Hardy Iskandar. Beberapa keluarga dekat terlihat hadir, termasuk kakak Jessica, Erick Iskandar, dan suami Jessica, Vincent Verhaag.

Kabar duka ini tentunya menjadi pukulan berat bagi Jessica Iskandar. Dalam momen kehilangan ini, dukungan dari keluarga, kerabat, dan para sahabat diharapkan mampu memberikan kekuatan bagi Jessica dan keluarganya. Semoga almarhum Hardy Iskandar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan untuk menghadapi masa sulit ini.

Vincent Verhaag menyatakan bahwa ia memiliki banyak kenangan indah bersama almarhum ayah Jessica Iskandar. Momen yang paling berkesan adalah saat ia meminta restu untuk menikahi Jessica. Vincent mengungkapkan bahwa ada banyak hal yang dibahas dengan mendiang sebelum mereka melangsungkan pernikahan. Ia juga menilai mendiang sebagai sosok yang layak dicontoh.

“Saya banyak kenangannya, apalagi pas menikah sama anaknya yang bungsu, Jes. Kita banyak ngobrol lah, karena kan pelepasan anak cewek kan ke suaminya. Good memory sama dia sih. Yang tadi saya bilang (papa) itu memang idola. Selain bapak saya sendiri, dia juga sebagai bapak saya dan boleh dibilang role model.” Ungkap Vincent.

Pengakuan ini menunjukkan betapa besar pengaruh mendiang ayah Jessica dalam hidupnya. Kenangan-kenangan tersebut akan selalu diingat dan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Vincent merasa beruntung bisa mengenal sosok yang begitu inspiratif dan berperan dalam kehidupannya.

Vincent menyatakan bahwa Jessica merasa sangat hancur setelah kehilangan ayahnya. Terlebih lagi, Jessica adalah satu-satunya anak perempuan dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan almarhum.

“Ya sedih lah, dia kan anak perempuan satu-satunya. Dan dia juga deket sama ayahnya. Jadi sedihnya pasti ada. Mereka juga punya good memories.” Ungkap Vincent.