Ayah Anji Meninggal Dunia

Musisi Anji baru saja membagikan kabar duka. Sang ayah, Hartiyo meninggal dunia di rumah sakit pada Hari Selasa pada pukul 03.12 WIB dini hari. Informasi ini terlihat dari postingan Anji di Instagram Story. Pelantun lagu Dia ini memperlihatkan genggaman tangan ayahnya yang terbaring di kasur rumah sakit.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.” Tulis Anji di Instagram Story.
Terkait penyebabnya, ayah Anji meninggal diduga karena stroke. Hal ini merujuk pada postingan sebelumnya, di mana musisi 45 tahun itu membagikan definisi dari penyakit stroke.
“Setiap bagian otak bertugas mengendalikan bagian tubuh yang berbeda, sehingga gejala stroke bergantung pada bagian otak yang terserang dan tingkat kerusakannya.” Beber Anji.
Diceritakan Anji, Hartiyo dalam keadaan sehat sebelum meninggal dunia. Awalnya laki-laki 73 tahun itu sedang pergi membeli makanan untuk istrinya pada Minggu siang. Sang ayah dibonceng oleh seorang pekerja laki-laki di rumah tersebut.
“Sebelumnya sehat. Bapak lagi sibuk banget hari itu, terus bapak mau belikan mama makanan.” Ujar Anji usai pemakaman sang ayah di TPU Mangun Jaya, Bekasi Timur.
Saat di motor, tiba-tiba Hartiyo muntah dan terkena serangan stroke. Sayangnya, saat di rumah sakit ayah Anji ditolak oleh dua rumah sakit. Hartiyo baru mendapatkan perawatan di rumah sakit ketiga, namun sudah terlambat penanganannya.
“Stroke, langsung dibawa ke rumah sakit. Tapi sayangnya di rumah sakit pertama nggak bisa, rumah sakit kedua nggak bisa karena penuh, akhirnya rumah sakit ketiga. Jadi memang sudah terlambat.” Tutur Anji.
Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, kesadaran Hartiyo mulai menurun dan akhirnya meninggal dunia. Mantan vokalis grup band Drive itu mengatakan, bahwa kepergian sang ayah cukup mendadak. Pasalnya, tidak ada tanda-tanda sakit yang diderita Hartiyo sebelumnya.
Anji mengaku tidak merasakan firasat apapun saat itu, karena saat bertelepon ayahnya masih dalam keadaan sehat.
“(Firasat) sebelumnya enggak sih. Cuma tepat malam sebelumnya lagi video call-an sama bapak.” Ucap Anji saat ditemui di TPU Mangun Jaya, Tambun, Bekasi Timur.
Anji mengatakan, bahwa Hartiyo adalah ayah tirinya. Sosok panutan yang mengajarkannya bagaimana menjadi ayah sambung yang baik, pasalnya sang musisi sendiri merupakan ayah tiri dari anak-anak Wina Natalia.
“Bapak saya ini bukan bapak kandung, bapak tiri, tapi dia mengajarkan saya bagaimana bahwa hubungan keluarga itu tidak harus selalu sedarah.” Ujar Anji.
Kini jenazah Hartiyo sudah dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Bekasi Timur. Anji beserta keluarga turut ikut ke makam dan turun langsung dalam prosesi pemakaman sang ayah. Jenazah dimakamkan usai disemayamkan di rumah duka di kawasan Perumnas, Bekasi Timur. Sebelumnya ayah Anji disalatkan dan disemayamkan di Perumnas 3, Bekasi, Jawa Barat.
Jenazah terlihat tiba sekitar pukul 11.00 WIB, Anji sendiri turun langsung ke liang lahat membantu proses pemakaman. Sementara anggota keluarga lainnya termasuk ibunda sang penyanyi, menunggu sambil duduk di samping liang lahat.
Dengan tegar, mantan vokalis band Drive itu menurunkan jenazah sang ayah ke dalam tempat peristirahatan terakhir. Dia juga ikut masuk ke liang lahat saat sang ayah sedang diazani. Sepanjang prosesi, Anji hanya terlihat sesekali menyeka air matanya. Terlihat jelas lelaki itu sudah ikhlas melepas kepergian sang ayah. Namun, isak tangis tidak kuasa ditahan oleh ibunda Enji. Istri Hartiyo itu meledak tangisnya saat melihat makam sang suami tercinta ditutup tanah.
Anji menjelaskan ada satu permintaan dari ayahnya yang belum tercapai sampai saat ini, yaitu sang ayah sangat ingin jalan-jalan.
“Permintaan terakhir si bapak ngajakin jalan-jalan saja sebenarnya tapi kemarin pas banget akhir tahun saya ada manggung akhirnya. Bapak sekeluarga sama mama dan ponakan serta adik pergi, kita sediakan mobil terus kayak hotelnya sama perjalanan saja.” Ungkap Anji saat ditemui di TPU Mangun Jaya, Bekasi, Jawa Barat.
Anji mengatakan hanya itu permintaan terakhir sang ayah sebelum meninggal dunia.
“Itu saja belum sempat pergi lagi.” Pungkas Anji.
