Perseteruan Marlina Octoria Dan Ayah Taqy Malik

Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik, viral lantaran disebut memaksa istri sirinya, Marlina Octoria Kawuwung, berhubungan badan dengan cara yang tidak wajar. Marlina Octoria membeberkan sejak kapan dirinya dipaksa melakukan begituan melalui anal oleh Mansyardin Malik.

“Setelah menikah itu sekitar seminggu atau dua minggu saya lupa,” ujar Marlina Octoria di kantor MUI, Jakarta Pusat.

Dia mengaku sempat mempertanyakan hukum berhubungan melalui jalur belakang dalam agama Islam. Ayah Taqy Malik itu mengatakan bahwa ada beberapa Ulama yang memperbolehkan.

“Saya bilang, itu, kan, enggak dibolehin di Islam, dengan lantangnya dia (Mansyardin Malik) bilang ‘enggak kok sebagian ulama ada yang mengharamkan ada yang menghalalkan’,” tutur Marlina Octoria.

Dia pun mengeklaim dirinya dipaksa melakukan hubungan yang tidak lazim itu sebanyak enam kali oleh Mansyardin.

“(Dia melakukannya saat) saya haid itu, dua minggu setelah nikah dia memperlakukan saya seperti itu,” ucap Marlina Octoria.

Dia mengakui akibat penyimpangan seksual itu dia sempat mengalami trauma.

“Enggak (berturut-turut melakukannya), ada jeda. Jadi, saya ada trauma,” tutur Marlina.

Marlina Octoria terkejut saat mendengar kuasa hukum suaminya menyatakan Mansyardin Malik sudah menalak cerai dirinya, pada 6 September silam. Dia mengaku, sang suami belum menceraikan dirinya.

“Saya masih istrinya. Justru, saya yang minta diceraikan. Nanti saya akan beberkan bukti-buktinya. Jadi biarkan saja pihak sana mau bicara apa,” ujar ibu tiga anak itu.

Marlina mengklaim, suami yang menikahinya pada Juli 2021 itu bersikukuh untuk mempertahankan rumah tangga mereka. Namun, rasa trauma menjadi alasan utama Marlina untuk bercerai.

Klaim sudah bercerai diungkapkan Halim Dermawan, kuasa hukum Mansyardin Malik. Dia mengaku, kliennya menceraikan ibu tiga anak itu di kediaman pribadinya di kawasan Depok, Jawa Barat, pada 6 September silam.

“Jadi, klien saya menjatuhkan talak satu kepada istrinya tersebut secara lisan,” tutur Halim saat ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten.

Mansyardin Malik melalui kuasa hukumnya mengaku, menceraikan Marlina Octoria karena merasa sudah tidak ada kecocokan walau pernikahan itu baru berjalan 2 bulan. Perceraian, menurutnya, dipicu oleh masalah materi.

“Klien kami selalu dirongrong oleh mantan istrinya dengan masalah utang. Hal inilah yang kemudian membuat klien kami mengambil sikap dan memutuskan untuk bercerai,” tutur Halim Dermawan.

Di lain pihak, Marlina tidak mengelak memiliki hutang sebesar Rp15 juta. Namun dia menegaskan, sudah mengungkapkan hal itu secara gamblang kepada suaminya sebelum menikah.

Namun setelah menikah, Mansyardin Malik enggan turun tangan untuk menyelesaikan masalah utang istrinya. “Dengan imej dia yang seperti itu, masak utang saya yang Rp15 juta saja, dia tak sepeserpun mau membantu?” ujar Marlina Octoria.

Di tengah kehebohan ini, video pernikahan siri mereka viral di media sosial. Salah satunya diunggah di akun YouTube KH Infotainment.  Dalam video itu memperlihatkan pernikahan yang digelar dengan sederhana di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar. Mansyardin terlihat memakai kemeja batik dan peci hitam, sementara Marlina di sampingnya memakai busana abu-abu.

Mansyardin menikahi Marlina dengan maskawin berupa uang tunai Rp900 ribu. Ayah Taqy Malik itu tampak mantap ketika melakukan ijab kabul di hadapan penghulu.

“Saya terima nikah dan kawinnya Marlina Octoria binti Jini Kawuwung almarhum dengan maskawin tersebut dibayar tunai,” ucap Mansyardin.

Prosesi ijab kabul itu kemudian diakhiri dengan kalimat sah dari para saksi yang hadir di pernikahan sederhana itu.

Sebelumnya, Marlina mengaku menikah dengan Mansyardin pada 19 Juli 2021 di apartemen Green Menteng, Jakarta. Ia kemudian memilih pisah rumah karena sudah tidak kuat dengan sikap Mansyardin yang memaksanya melakukan seks anal ketika masa haid hingga menimbulkan kerusakan organ vital. Tetapi hal itu dibantah oleh pihak Mansyardin. Melalui kuasa hukumnya, Halim Dermawan, disebut bahwa permasalahan yang terjadi di antara mereka awalnya karena percekcokan.