Ayu Tingting Mencari Keadilan Dan Haters Ayu Tingting Mendapat Pembelaan

Ayu Ting Ting saat ini tengah mencari keadilan atas dirinya dan sang putri, Bilqis Khumairah Razak. Ayu yang kerap mendapat bully kini berusaha tegas kepada pelaku bully. Bukannya mendapat dukungan apalagi keadilan, langkah Ayu Ting Ting justru dihalau wakil rakyat. Bahkan, keluarga sang pedangdut ini terancam dilaporkan karena sudah mengucapkan kata-kata kasar kepada orang lain.

Semua ini berawal saat orangtua Ayu Ting Ting mendatangi pelaku bully anak dan cucunya, Kartika Damayanti alias KD. Abdul Rozak dan Umi Kalsum jauh-jauh datang dari Depok, Jawa Barat menuju rumah si pelaku di Bojonegoro, Jawa Timur. Sayang, kehadiran Abdul Rozak dan Umi Kalsum mendapat hasil nihil, karena KD saat ini berada di Singapura untuk bekerja.

Kartika Damayanti telah mengucapkan permintaan maaf. Namun bagi Abdul Rozak hal itu belum cukup menghapus sakit hatinya.

“Dia (KD) berbuat, harus berani bertanggung jawab. Jangan hanya maaf, maaf saja,” ujar kakek Bilqis Khumairah Razak itu.

“Saya tunggu di bandara. Lu berani pulang kesini, penjara menanti,” imbuhnya dengan tegas.

Akun Instagram @haters_tandingan mengingatkan mengenai perlakuan KD, si pemilik akun gundik_empang kepada Ayu Ting Ting. Ujaran kebencian hingga fitnah dialamatkan kepada janda satu anak itu. Sebut saja saat Bilqis disebut memiliki mental pengemis, diejek wajahnya. Ayu Ting yang dianggap kampungan serta postingan nyinyir yang dialamatkan kepada orangtua biduan 29 tahun tersebut.

“Menolak lupa. Masih banyak lagi kebrutalan akun gundik empang. Mungkin sekarang ini dia di atas angin karena banyak yang membela,” kata akun fans Ayu Ting Ting.

“Kalaupun Ayu dan keluarga tidak mendapatkan keadilan di dunia, insya Allah dia bakal diadili di akhirat,” imbuhnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Fauzan Fuadi menegaskan bakal all out membela masyarakat Bojonegoro yang dilabrak oleh orang tua Ayu Ting Ting. PKB akan melakukan advokasi dan melaporkan balik kasus itu.

 

Fauzan meminta DPC PKB Kabupaten Bojonegoro melakukan koordinasi terkait nasib keluarga Kartika Damayanti (KD), warga Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, yang didatangi orang tua artis dangdut tersebut.

“Pak Sutikno, anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bojonegoro, agar segera mengadvokasi Pak Madi (ayah KD),” ucap Fauzan.

Bahkan politisi muda PKB itu meminta agar segera melakukan konsolidasi lapangan dengan membentuk tim untuk mengkajinya. “Kemungkinan melaporkan balik tindakan ortu Ayu Ting Ting,” katanya.

Disebutkan sahabat Fauzan, ia mengibaratkan teror disiang bolong. Bahkan orang tua Ayu Ting Ting, jauh-jauh datang ke Kedungadem Bojonegoro dari Depok, di tengah situasi PPKM dan membawa aparat kepolisian.

“Apa tujuannya? Hanya untuk melampiaskan kekesalan? Wog ndeso (orang desa) dilabrak seperti itu, pasti trauma dan takut,” katanya.

Wakil ketua PW GP Ansor Jawa Timur itu juga mencontohkan para kiai-kiai papan atas NU, pernah dihina kurang jelek gimana lagi? Fauzan menyebut sejumlah nama, seperti KH Said Aqil Siroj, KH Musthofa Bisri dan seterusnya.

“Beliau-beliau dengan lapang hati memaafkan hatters-nya, itulah akhlaq yang dicontohkan kanjeng Nabi Muhammad Saw. Bukan gantian melabrak dan sengaja membuat persoalan melebar kemana-mana,” tutupnya.

Berdasarkan keterangan dari Sutikno, Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, cara bertamu orangtua Ayu Ting Ting dinilai kurang elok.

“Keluarga Ayu Ting Ting ketika datang dan masuk rumah, langsung memaki-maki keluarga KD. Kata-kata kasar pelacur dan lain-lain,” kata Sutikno, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro.

Tidak ada bukti rekaman yang memperlihatkan orangtua Ayu Ting Ting berkata kasar. “Hanya saksi orang saja, mengintimidasi dengan didampingi aparat kepolisian,” ujar Sutikno.

Untuk itulah partainya, yang diwakili DPW PKB siap mengadvokasi keluarga KD dan Ayu Ting Ting. Keputusan tersebut merujuk pada pernyataan Fauzan Fuadi, Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur.

“Tadi juga sudah konsultasi, dengan LAKUMHAM PKB JATIM. Kalau diperlukan, bisa melaporkan balik,” jelas Sutikno.