Kris Wu Ex EXO Tersandung Kasus Pemerkosaan

Mantan personel grup boyband EXO, Kris Wu, saat ini tengah tersandung kasus pemerkosaan. Ia dituduh telah memperkosa lebih dari 30 wanita. Karena hal ini, beberapa merek mewah yang bekerjasama dengannya memutuskan hubungan kerjasama dengan penyanyi berdarah Cina-Kanada itu. Setidaknya ada 11 perusahaan termasuk Louis Vuitton, Bulgari, Porsche dan L’Oréal yang mengakhiri kontrak dengan Wu setelah adanya berita ini.
Sebelumnya, Du Meizhu menuduh Kris Wu melakukan pelecehan seksual pada dirinya dan 30 gadis lainnya. Ia mengungkapkan rincian mengenai dugaan pemerkosaan Kris Wu pada media.
Sebagai tanggapan, Kris Wu telah merilis pernyataan pribadi yang menyangkal semua tuduhan, tapi Du Meizhu terus merilis informasi dan tuduhan baru. Karena kedua belah pihak mengancam untuk mengambil tindakan hukum, polisi secara resmi merilis pernyataan mengenai skandal yang sedang berlangsung.
Pertama polisi menjelaskan seperti apa hubungan Wu Yifan (Kris Wu) dan Du Meizhu. Mengenai informasi yang disebarkan secara online oleh Du Meizhu, polisi menyebutkan bahwa itu semua untuk pansos (panjat sosial) atau mencari ketenaran dan ada campur tangan dari pihak ketiga.
Beberapa bulan setelah pertemuannya dengan Kris, Du Meizhu dan teman dekatnya Liu, diduga mendiskusikan berbagai cara untuk mempublikasikan hubungan mereka untuk mendapatkan popularitas secara online.
“Pada Juni 2021, Du Meizhu dan teman dekatnya Liu berdiskusi untuk merilis informasi tentang hubungan Wu dengan Du untuk mendapatkan popularitas secara online. Pada 2 Juni, Liu menggunakan akun Weibo “Liu Meili”, memposting tentang Du yang dilecehkan secara psikologis oleh Wu,” ungkap polisi.
“Dari 8 hingga 11 Juli, Du menambahkan tiga postingan lagi. Pada 13 Juli, penulis online Xu (laki-laki, 31), dengan pertimbangan keuntungan, menghubungi Du, dan memutuskan agar Xu menulis sekitar 10 postingan Weibo, termasuk satu tentang ‘pertempuran terakhir’, dan minta Du mempostingnya mulai tanggal 16 Juli,” lanjut polisi.
Sementara itu, Du Meizhu mengklaim bahwa Kris Wu berhubungan seks dengan anak di bawah umur setelah membuat mereka mabuk, dan membayar 500 ribu yuan (sekitar Rp1,1 miliar) sebagai imbalannya. Ia juga menyebutkan bahwa Kris memiliki penyakit menular seksual, dan tidak menggunakan kontrasepsi saat berhubungan seks.
Wu pun telah membantah tuduhan itu, melalui pengacaranya, Zhai Jiayu, dan pernyataan publik. Pada hari Senin, 19 Juli 2021, Wu mengatakan bahwa dia hanya bertemu Du sekali pada bulan Desember tahun lalu.
“Saya menyatakan bahwa tidak pernah ada ‘memilih selir’!”tulisnya di platform media sosial Weibo, merujuk pada komentar Du.
Dia membantah pernah merayu, membius, atau memperkosa siapa pun. Ia pun siap masuk penjara jika dirinya memang terbukti bersalah. Pengacaranya juga telah mengajukan gugatan terhadap Du dan melaporkannya ke polisi atas pencemaran nama baik. Du juga mengatakan bahwa dia melaporkan tuduhannya ke polisi.
Akun Du pun ramai dengan curahan dukungan, tanda semakin kuatnya gerakan tagar atau hashtag Me Too di negara itu. Salah satu postingannya di Weibo telah disukai lebih dari 10 juta pengguna. Pendukung Du membanjiri halaman media sosial dari beberapa merek yang digawangi Wu dengan ancaman boikot jika mereka tidak menghentikan kesepakatan kerjasama dengan Wu. Satu per satu, mereka pun memutus kerjasama dengan Wu.
Kejadian ini menunjukkan bahwa saat ini orang tidak lagi menelan hinaan serta takut dipermalukan … Orang-orang semakin ingin berbicara dan membuat diri mereka didengar,” kata Feng Yuan, seorang cendekiawan dan aktivis feminis.
Aktivisme #MeToo dapat menjadi tantangan di China, di mana Partai Komunis yang berkuasa memberlakukan batasan ketat pada perbedaan pendapat dan debat publik. Beberapa wanita yang telah mengajukan laporan pelecehan telah menghadapi reaksi publik dan hukum.Pihak berwenang sering mencegah perempuan untuk melaporkan pemerkosaan dan kejahatan seks lainnya.
Tidak jelas bagaimana pihak berwenang berencana untuk menanggapi tuduhan terhadap Wu. Tetapi setidaknya tiga kelompok yang berafiliasi dengan pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan penyelidikan.
“Semua orang sama di depan hukum, dan selebriti dengan banyak pengikut tidak terkecuali.Percayalah bahwa hukum tidak akan menganiaya orang baik, dan juga tidak akan membiarkan orang jahat pergi,” tulis China Women’s News.
