Industri K-Pop Fokus Pada Mental Selebriti
Gosip Artis – Tidak sampai 5 tahun yang lalu, mendiang Goo Hara dan Sulli merupakan salah satu artis K-Pop yang paling terkenal. Kedua artis ini berada dalam jejeran artis top Korea Selatan, membawa nama grup mereka menjadi melejit hingga terkenal sampai mancanegara.
Namun, dalam tenggang waktu 6 minggu saja, kedua artis ini melakukan aksi bunuh diri. Sulli (25) meninggal bunuh diri di bulan Oktober. Minggu lalu, Goo Hara (28), sahabat karib Sulli menyusul Sulli.
Goo Hara baru saja melakukan tur di Jepang untuk promosi album terbarunya. Jasadnya ditemukan di rumahnya di Seoul bersama dengan catatan darinya yang mengindikasikan bahwa ia mengalami depresi.
Goo Hara dan Sulli merupakan korban bullying yang dilakukan online oleh penggemar dan pembenci K-Pop. Tahun lalu, Goo Hara pun terlibat masalah dengan mantan kekasihnya. Ia mendapatkan ancaman penyebaran video porno dari sang mantan.
Sedangkan Sulli juga mendapatkan caci dan maki secara online. Ia dibenci karena ia merupakan ikon feminisme dan ia secara publik mengatakan bahwa ia mengalami depresi.
Banyak sekali artis perempuan di industri K-Pop yang dikucilkan dan di bully karena masalah-masalah sepele. Tidak tersenyum saat tampil dalam televisi, bahkan sampai terlihat membaca buku tentang feminisme. Di Korea Selatan, memang masyarakat menentang keras feminisme karena pria mendominasi.
Kasus bunuh diri yang dilakukan kedua artis ini bukan lah yang pertama kali di industri K-Pop. Selain kasus bunuh diri, K-Pop pun dirundung oleh kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh artis pria.
Masyarakat di Korea Selatan memang berpegang pada prinsip bahwa laki-laki harus dihormati. Lain hal dengan perempuan, mereka bepegang teguh pada gagasan bahwa perempuan memiliki derajat di bawah laki-laki… dan tidak pantas dihormati.
Baca Juga: Istri Gibran Rakabuming Raka Melahirkan Anak Kedua
Media pun mendukung pemikiran seperti itu. Tidak heran jika publik, dan masyarakat luas tidak memiliki rasa empati pada wanita.
Namun, setelah kematian kedua artis ini, masyarakat Korea Selatan sudah mulai terbuka pada pemikiran yang baru. Dimana, perempuan pun pantas mendapatkan rasa empati dan dihormati selayaknya mereka menghormati laki-laki.
Setelah kematian Goo Hara, Presiden Korea Selatan Moon Jae In, membuat peraturan baru untuk memberikan hukuman yang lebih berat kepada para komentator jahat.
Kasus Bunuh Diri Di Korea Selatan
Korea Selatan merupakan negara dimana angka kematian akibat bunuh diri merupakan yang paling tinggi. Penyakit mental merupakan hal yang dianggap tabu untuk dibahas di negara tersebut.
Terlebih lagi, dalam industri K-Pop. Hal yang tabu ini justru membuat orang-orang yang menderita depresi tidak ingin mencari bantuan. Bahkan, mereka tidak akan mengatakan apa pun tentang apa yang dideritanya di depan publik karena memang… tabu. Dipandang sebelah mata, di bully, dikeluarkan dari pekerjaan… merupakan beberapa akibat bila mereka berani apapun tentang depresi di depan umum.
Depresi dan segala yang menyangkut tentang kesehatan mental dianggap sebagai karakter moral yang gagal di Korea Selatan.
Kesalahan pada mindset ini terletak pada masyarakat Korea Selatan secara umum. Para penderita kesehatan mental enggan mencari bantuan karena takut akan image nya yang akan dianggap lemah.
Kesehatan mental merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup dan harus ditangani sebagaimana mestinya, bukan dibiarkan saja. Masyarakat Korea Selatan harus bisa berpikir lebih luas dan maju tentang hal ini.
Selain itu, label dan agensi di industri K-Pop pun harus memperhatikan kesehatan mental para artisnya. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Terutama, jika ini menyangkut tentang bullying yang dilakukan secara online.
