Ayah Ferel Melaporkan Manajer Ferel Atas Pencemaran Nama Baik

Polemik yang menyeret keluarga Farel Prayoga kembali mendapat penegasan dari pihak ayah kandung, Joko Suyoto. Ia menegaskan tidak pernah berselisih dengan Farel, dan menyebut konflik sepenuhnya terjadi dengan sang manajer.

Joko mengatakan hubungan dirinya dengan Farel hingga kini masih berjalan baik. Ia menyayangkan narasi yang berkembang justru menggiring seolah terjadi pertikaian antara ayah dan anak.

“Saya tidak pernah bermasalah dengan Farel, komunikasi kami masih baik.” Ucap Joko.

Menurut Joko, masalah bermula dari pernyataan manajer dalam sebuah podcast yang menyebut keluarga telah menghabiskan lebih dari Rp. 10 miliar. Pernyataan tersebut dinilai mencederai nama baik keluarga karena disampaikan tanpa bukti.

“Masalahnya muncul setelah manajer menyebut uang Rp10 miliar itu di ruang publik.” Ujar Joko.

Menurut Joko, aset yang ada saat ini masih sangat terbatas dan jauh dari angka miliaran rupiah yang dirumorkan selama ini.

“Kalau mobil enggak ada. Rumah ada di kampung. Kemarin sempat ada, tapi belum sempat lunas, dijual lagi. Tanah dijual juga, Farel sendiri sama manajernya. Yang lainnya masih tanah-tanah kosong.” Ujar Joko.

Joko Suyoto menjelaskan kondisi kehidupan Farel Prayoga di Jakarta yang selama ini menjadi pusat kariernya. Ternyata, Ferel belum memiliki hunian tetap di Ibu Kota.

Joko Suyoto menyebut bahwa barang berharga yang dimiliki di Jakarta hanyalah kendaraan roda dua. Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa mereka hidup bermewah-mewah di tengah kesuksesan sang anak.

Selain soal finansial, Joko Suyoto juga menanggapi label negatif yang menyebut dirinya telah mengeksploitasi anak.

Ia merasa keberatan karena perjalanan Farel Prayoga di dunia musik dimulai dari bawah bersamanya. Joko Suyoto lantas mengenang masa-masa sulit saat ia dan Farel Prayoga harus berjuang dari nol di jalanan.

Bagi Joko, apa yang ia lakukan di masa lalu adalah bagian dari usaha bertahan hidup sebagai orang kampung.

“Ya, dari situlah saya enggak terima itu. Dibilang saya manfaatin. Mulai kecil saya ajak ngamen. Mungkin kalau enggak saya ajak ngamen, enggak mungkin jadi seperti ini. Iya, toh?” Tutur Joko.

Joko menilai tudingan tersebut telah membentuk opini publik yang menyudutkannya sebagai ayah. Ia menyebut dampaknya sangat besar karena membuat dirinya dihakimi oleh masyarakat.

Ia menegaskan tidak pernah menguasai hasil kerja Farel selama berkarier. Joko menyebut seluruh pengelolaan keuangan berada di tangan manajemen.

“Saya tidak pernah menyimpan uang Farel, saya hanya minta jika ada keperluan tertentu.” Ucap Joko.

Kuasa hukum Joko, Charisma Adilaga Sugiyanto, menilai framing konflik ayah dan anak adalah keliru. Ia menegaskan akar persoalan justru berada pada hubungan profesional yang tidak transparan.

“Ini bukan konflik keluarga, ini konflik dengan manajer.” Ujar Charisma.

Charisma menyebut kliennya merasa dirugikan secara reputasi akibat pernyataan sepihak tersebut. Ia menilai ada upaya penggiringan opini yang tidak adil terhadap Joko.

Ia juga menyoroti minimnya komunikasi antara manajer dan keluarga. Menurutnya, orang tua seharusnya tetap dilibatkan dalam perkembangan anak yang masih di bawah umur.

“Seharusnya ada komunikasi terbuka antara manajer dan ayah kandung.” Ucap Charisma.

Joko mengaku sejak lama meminta klarifikasi terkait penghasilan Farel. Namun hingga kini, permintaan itu disebut tidak pernah dijawab secara terbuka.

Ia menantang pihak manajer untuk menunjukkan bukti aliran dana yang ditudingkan. Menurutnya, langkah tersebut bisa mengakhiri polemik.

“Kalau memang ada, silakan buktikan dengan data rekening.” Pungkas Joko.

Meski konflik dengan manajer mencuat, Joko menegaskan tidak ingin karier Farel terganggu. Ia menyatakan tetap mendukung kesuksesan anaknya di dunia hiburan.

Joko berharap persoalan ini dilihat secara utuh dan tidak dipelintir menjadi konflik keluarga. Ia menegaskan posisinya hanya ingin kebenaran dan transparansi.