Hesti Dan Suami Diteror Setelah Mendukung Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans baru-baru ini merilis buku memoar berjudul Broken Strings. Buku tersebut memuat kisah kelam Aurelie di masa lalu, termasuk pengalaman traumatisnya sebagai korban child grooming yang diduga dilakukan oleh seorang artis pria berusia hampir 30 tahun.
Hesti Purwadinata turut menjadi sorotan publik setelah secara terbuka memberikan dukungan kepada Aurelie Moeremans.
Hesti mengaku telah membaca Broken Strings dan merasa tergugah atas keberanian Aurelie membagikan cerita pribadinya. Melalui unggahan Instagram Story, Hesti menyampaikan empati sekaligus refleksi atas pertemuan singkatnya dengan Aurelie di masa lalu. Ia baru menyadari bahwa di balik pertemuan tersebut, Aurelie ternyata sedang berada dalam fase kehidupan yang sangat berat.
“Ya Allah, baru sekarang aku sadar, berarti di momen itu kamu sedang berada di salah satu fase paling mengerikan dalam hidupmu.” Tulis Hesti.
Hesti pun menegaskan, bahwa tidak ada seorang pun yang pantas mengalami perlakuan kejam seperti yang diceritakan dalam buku tersebut. Hesti juga mengungkapkan rasa kecewanya karena pelaku kekerasan masih dapat menjalani hidup dengan bebas tanpa konsekuensi yang jelas.
“Nggak seharusnya ada siapa pun yang mengalami hal semengerikan ini, dan rasanya menyakitkan melihat pelakunya masih bisa berkeliaran dengan nyaman. Aku sungguh berharap dia tidak pernah lagi diberi panggung. Peluk jauh buat kamu. Kamu luar biasa kuat.” Ucap Hesti.
Unggahan dukungan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh Aurelie Moeremans. Namun, respons tak terduga justru diterima Hesti. Ia mengungkapkan bahwa seseorang menghubungi suaminya, Edo Borne, melalui pesan langsung di media sosial hingga WhatsApp.
Orang tersebut diduga merasa keberatan dengan unggahan Hesti dan meminta klarifikasi. Karena tidak mendapatkan tanggapan dari Edo Borne, pesan lanjutan bernada ancaman hukum pun dikirimkan.
“Gw tunggu feedback-nya yah bro. Gw lewat elu karena gw masih respect sama lu sebagai suami Hesti, dan gw kenal lu juga, tolong feedback-nya. Oke Do, gw sudah berusaha menjangkau kalian berdua ya, tapi kelihatannya memang tidak direspons. Gw tunggu 1×24 jam ya bro. Kalau memang tidak ada respons, jadi gw tahu mesti menempuh jalur hukum apabila diperlukan.” Isi pesan orang itu.
Menanggapi situasi tersebut, Aurelie Moeremans memilih untuk tidak lagi membagikan ulang unggahan dukungan dari rekan-rekannya. Ia mengaku tidak ingin orang lain ikut terseret masalah atau menerima tekanan serupa hanya karena memberikan empati kepadanya.
Diketahui, Broken Strings resmi diluncurkan dalam format buku elektronik pada 10 Oktober 2025. Memoar ini tersedia dalam dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris, serta dapat diakses melalui akun Instagram resmi Aurelie.
Dalam buku tersebut, Aurelie mengisahkan sosok pria bernama samaran Bobby yang selama bertahun-tahun diduga memanfaatkan serta mengendalikan kehidupannya. Kisah itu mencakup berbagai bentuk kekerasan, mulai dari manipulasi emosional hingga pelecehan verbal dan fisik.
Seiring popularitas buku tersebut, publik pun ramai berspekulasi mengenai identitas Bobby. Dugaan mengarah kepada aktor Roby Tremonti, yang sebelumnya pernah mengakui memiliki hubungan pernikahan dengan Aurelie.
Nama Roby Tremonti menjadi perbincangan publik setelah isu dugaan child grooming terhadap Aurelie Moeremans mencuat ke ruang publik. Isu tersebut ramai diperbincangkan usai beredarnya buku memoar Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings yang viral di media sosial.
Walau dalam buku tersebut Aurelie Moeremans tidak secara eksplisit menyebut nama Roby Tremonti, namun pesinetron tetap angkat bicara setelah bertahun-tahun memilih diam.
Dalam siaran langsung di akun TikTok miliknya, Roby Tremonti mengungkapkan kekesalannya karena merasa telah menjadi sasaran pemberitaan miring selama 16 tahun terakhir. Ia mengaku selama ini memilih bungkam demi menghindari konflik, namun situasi kini dianggap sudah keterlaluan.
“16 tahun gue diam aja diinjak-injak, dihina-hina, bacot aja ngomong gitu, relevansinya di mana?” Ujar Roby Tremonti.
Roby Tremonti juga membantah keras tudingan yang menyebut dirinya pernah melakukan kekerasan dalam hubungan dengan Aurelie Moeremans. Ia bahkan menantang pihak-pihak yang menuduhnya untuk menunjukkan bukti konkret.
“Gue dibilang KDRT lah segala macam, buktinya dong mana?” Ucap Roby.
Lebih lanjut, Roby menjelaskan alasan dirinya enggan membuka masa lalu hubungannya dengan Aurelie Moeremans. Menurutnya, sikap diam tersebut diambil semata-mata untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari konflik berkepanjangan.
“Dari dulu gue nggak mau konflik, gue tipikal. 16 tahun gue diam.” Ujar Roby.
Namun, seiring cerita dalam buku Broken Strings yang semakin ramai diperbincangkan, Roby menilai situasi justru semakin memanas dan merugikan dirinya secara personal maupun profesional. Ia pun kini mulai mempertimbangkan langkah hukum.
Roby Tremonti mengaku tidak menutup kemungkinan akan melaporkan pihak-pihak yang dinilainya menyebarkan tuduhan tidak berdasar. Bahkan, ia menyebut siap menuntut Aurelie Moeremans jika tudingan tersebut terus diarahkan kepadanya.
“Kalau ada celahnya sih gue proses kelihatannya. Kalau dia masih koar-koar, hati-hati, saya nggak mundur.” Tegas Roby.
