Fiersa Besari Selamat Dari Tragedi Pendakian Carstensz Pyramid

Tragedi menimpa rombongan pendaki Puncak Carstensz di Mimika, Papua Tengah, yang diikuti musisi dan penulis Fiersa Besari. Musisi dan pendaki Fiersa Besari akhirnya memberikan kabar terbaru setelah sempat tertahan di basecamp Puncak Carstensz, Papua Tengah. Pada hari ulang tahunnya yang jatuh pada 3 Maret, Fiersa memastikan bahwa dirinya selamat walau masih dalam kondisi syok akibat tragedi yang menimpa rombongan pendakinya.

Melalui unggahan di Instagram, Fiersa mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya dua rekan pendaki, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono. Kedua perempuan berusia 61 tahun tersebut merupakan sahabat SMA yang sedang menyelesaikan misi Indonesia Seven Summits. Mereka meninggal dunia di Teras 2 setelah berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramid akibat hipotermia.

“Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.” Tulis Fiersa dalam unggahannya.

Fiersa mengatakan dirinya mendengar kabar Lilie dan Elsa meninggal di Puncak Jaya saat berada di basecamp Yellow Valley (YV). Dia mengatakan begitu syok dan berduka atas meninggalnya kedua pendaki senior tersebut.

“Saat ini, saya dan Furky Syahroni baru tiba kembali ke Timika, Papua Tengah (3 Maret 2025) setelah tertahan di YV terkait cuaca buruk yang berdampak pada lalu lintas helicopter.” Ucap Fiersa.

Dia mengatakan helikopter merupakan satu-satunya akses resmi ke basecamp YV. Dia mengatakan kondisi kesehatannya stabil. Fiersa lalu menceritakan kronologi tambahan terkait meninggalnya Lilie dan Elsa di Carstensz Pyramid. Dia mengatakan ada beberapa rombongan pendaki lain, di luar kelompok pendaki Lilie dan Elsa.

“Saya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang. Sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang (beda tour operator). Kami ditemani para guide.” Ucap Fiersa.

Dia mengatakan baru mengetahui tragedi yang menimpa Lilie dan Elsa ketika tiba di basecamp YV pada 28 Februari pukul 22.48 WIT. Dia mendapatkan kabar pada 1 Maret sekitar pukul 04.00 WIT. Dia mengatakan ada 3 korban lain yang sempat terjebak di area tebing, namun mereka telah dievakuasi.

“Kaget dan sedih, tapi bersama orang-orang di YV, mengontak korban yang terjebak dengan menggunakan HT agar tetap merespons, sampai akhirnya mereka dijemput oleh para relawan–baik lokal ataupun internasional–pada tanggal 1 Maret 2025. Alhamdulillah ketiganya selamat, meski sempat kritis.” Ucap Fiersa.

Fiersa mengatakan tantangan pendakian di atas ketinggian 4.000 MDPL dan dalam cuaca buruk ialah tak boleh terlalu lama diam karena rentan terkena hipotermia. Dia mengatakan medan tebing curam ketinggiannya sekitar 600 meter. Basecamp YV berada di ketinggian 4.200 MDPL, sementara Puncak Jaya ada di ketinggian 4.884 MDPL.

Salah satu faktor krusial yang menyelamatkan penyanyi 41 tahun ini dari bahaya cuaca buruk adalah keputusan strategisnya untuk turun lebih awal. Berdasarkan keterangannya, Fiersa dan Furky berhasil mencapai puncak dan kembali ke basecamp Yellow Valley (YV) pada 28 Februari 2025 pukul 22.48 WIT. Mereka tidak menunda perjalanan turun dan langsung bergegas kembali sebelum kondisi cuaca semakin memburuk. Pendakian di gunung-gunung bersalju, termasuk Carstensz Pyramid, sangat bergantung pada momentum dan kondisi cuaca.

Dia berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Dia juga meminta semua pihak untuk menahan diri memberikan komentar nirempati dan memberikan hormat bagi keluarga dan kerabat yang berduka. Fiersa sendiri baru saja menyelesaikan Ekspedisi Atap Negeri, yang menaklukkan 33 puncak tertinggi di 33 provinsi Indonesia. Namun, perjalanan turun dari Carstensz Pyramid menjadi tragedi bagi rombongannya.