Penyanyi Lawas Dina Mariana Meninggal Dunia

Dunia musik Tanah Air saat ini tengah berduka. Penyanyi senior, Dina Mariana meninggal dunia pada hari Minggu, 3 November 2024. Dina Mariana meninggal di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, pukul 14:41. Penyanyi senior Dina Mariana Heuvelman, yang berkarier sejak tahun 1970an, meninggal dunia pada usia 59 tahun.

“Bismillah, Innaalillaahi wainnaa ilaihi rooji’uun. Telah meninggal dunia dengan tenang istri/ibunda kami tercinta, Hj. Dina Mariana Heuvelman binti Frans Ismail Heuvelman, usia 59 tahun.” Isi informasi yang beredar.

Jenazah Dina dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta pada hari ini, Senin, 4 November 2024. Hal ini disampaikan oleh sahabatnya yang juga artis, Dewi Irawan.

“(Dimakamkan di) TPU Tanah Kusir.” Ucap Dewi Irawan.

Menurut Dewi Irawan, jenazah Dina Mariana dimakamkan satu liang lahat dengan mendiang ibunya.

“Ditumpuk sama ibunya Dina.” Tutur Dewi.

Dewi mengatakan Dina menderita sakit kanker dinding rahim sebelum meninggal dunia.

“Awalnya kanker dinding rahim (endomitrium), sama seperti adik saya, Ria Irawan. Waktu awal diagnosa Ria stadium 3C, Dina stadium 3A.” Jelas Dewi

Dewi mengatakan Dina Mariana sudah menjalani kemoterapi untuk mengobati penyakitnya. Namun, kondisinya semakin memburuk.

“Kemarin-kemarin ini semakin parah setelah menjalani hampir 20 kali kemo. Sudah kena usus, usus ada infeksi.” Tutur Dewi.

Ditemui usai pemakaman, putra dari Dina Mariana, Ezra Mandira yang juga merupakan eks gitaris HIVI, mengungkap saat-saat terakhir ibundanya tersebut sebelum menghembuskan napas terakhir kurang lebih pukul 14.41 WIB.

“Saat-saat terakhir cepat, gak lama dari kondisi kritis, kurang lebih gak sampai 10 menit, langsung berpulang. Jadi hari Minggu kemarin itu kebetulan ayahku yang lagi jaga di sana. Kami memang bergantian, sebelumnya adik ku yang cewek, sebelum adikku, aku yang jaga. Pas ayah yang jaga memang kondisi bunda agak menurun.” Ucap Ezra.

Rasa penyesalan dirasakan Ezra, karena tidak berada di sisi sang ibunda saat hembusan napas terakhirnya. Ezra mengatakan ibundanya meninggal saat ia sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Tapi rasanya cepat sekali, cuma pas ditarik napas, tarik napasnya sekali-sekali, itu ditemani sama ayah. Jadi ketika ayah minta aku sama adek aku semua ke RS, itu semua kita jalan ke rumah sakit, tapi nggak lama ibu sudah berpulang.” Tutur Ezra.

Diungkap Ezra, ibundanya itu sempat mengeluhkan sesak napas sebelum meninggal dunia.

“Yang benar-benar dirasain keluhannya itu napasnya susah, sesak napas. Tapi bukan paru-paru, karena ada cairan di daerah perut. Cairan itu dari kanker, nah kanker ini memperburuk keadaannya, tapi dokter itu di akhir beliau sakitnya itu karena ada pendarahan di lambung. Jadi pencernaannya bermasalah.” Ucap Ezra.

Lebih lanjut, Ezra menjelaskan bahwa ibunda tercintanya itu sempat mengalami kanker rahim pada tahun 2021 dan sudah diangkat. Dina mengalami metastasis pada tahun 2023.

“Dari 2021 kanker rahim, lalu langsung diangkat, 2022 bersih. 2023 muncul di lambung, ya bunda cukup fight-lah.” Tutur Ezra.

Sebagai sahabat, Inong Mutia merasa kehilangan Dina Mariana, yang kini telah pergi untuk selamanya. Apalagi pertemanannya dengan Dina Mariana sudah terjalin lama, sejak mereka masih SMA. Inong Mutia menceritakan sosok Dina Mariana selama mereka bersekolah di SMA 1 Boedi Oetomo. Kala itu Dina Mariana telah populer di dunia seni. Namun ia tetap rendah hati dan peduli dengan semua orang.

“Hari ini saya merasa kehilangan sosok Dina Mariana yang saya kenal dari SMA, saya sebangku waktu kelas 2 di SMA 1 Boedi Oetomo.” Ucap Inong Mutia.