Rapper Amerika P Diddy Tersandung Kasus Pelecehan Dan Kekerasan Seksual

Kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh rapper terkenal asal Amerika Serikat (AS), P Diddy kini terus didalami oleh pihak kepolisian di negara tersebut. P Diddy pun saat ini sudah ditangkap FBI.

Kasus ini jadi sorotan publik hingga viral di media social, sejumlah teori konspirasi pun banyak viral terkait kasus P Diddy tersebut. Kasus ini pun dikaitkan dengan banyak selebriti Hollywood di bawah naungannya, dari penyanyi, sesama rapper, hingga aktor dan aktris besar.

Kasus P Diddy jadi sorotan setelah beredar video pemukulan yang dilakukan olehnya di hotel milik pacar, Casandra Ventura atau Cassie. C. Casandra Ventura menjadi korbannya dengan tuduhan pemerkosaan. Cassie juga menyebut P Diddy suka meninju, memukul, menendang, dan menginjak-injaknya.

Cassie Ventura diketahui mengajukan gugatan terhadap P Diddy pada November 2023. Langkah tegas tersebut ternyata memantik banyak korban Diddy lainnya untuk ikut bersuara. Karenanya, secara bertubi-tubi Diddy diterpa gugatan demi gugatan yang terus masuk ke pengadilan.

Seorang penggugat, yang disamarkan sebagai Jane Doe, mengklaim mengalami kekerasan fisik dan emosional akibat tindakan Diddy. Ia juga menyatakan, bahwa Diddy membiusnya dan memperkosanya hingga menyebabkan kehamilan. Tuduhan ini mencakup peristiwa yang berlangsung sejak musim gugur 2020 hingga Juli 2024, di rumah-rumah milik Diddy di New York, Los Angeles, dan Miami.

Menurut Jane Doe, P. Diddy serta rekan-rekannya memantau percakapannya dan melacak lokasinya. Bahkan, Diddy diduga meminta Jane Doe berhenti bekerja dengan iming-iming uang sebagai bentuk kontrol.

“Tokoh-tokoh kuat dalam industri hiburan telah lama mengeksploitasi artis dan penggemar.” Ucap Marie Napoli, kuasa hukum Jane Doe.

Salah satu insiden yang diungkap Jane Doe terjadi pada Juli 2022 di rumah Diddy di Los Angeles. Ia dipaksa menelan narkoba, termasuk ketamin, hingga akhirnya pingsan. Jane Doe kemudian mendapati dirinya hamil, tetapi rekan Diddy menuntutnya melakukan aborsi, yang akhirnya berujung keguguran.

Insiden lain terjadi pada Juli 2024, ketika Diddy kembali memaksanya menelan dua pil di rumahnya di Miami. Keesokan harinya, Jane Doe terbangun dalam keadaan bingung dan kesakitan tanpa mengingat apa yang terjadi.

Per tanggal 24 September 2024, terdapat 11 gugatan yang diajukan dengan menyeret nama Diddy sebagai tergugat. Mulai dari dalang sekaligus pemimpin dari bisnis kriminal yang terlibat dalam dugaan pembakaran, penculikan, kerja paksa, penyuapan, penghalangan keadilan, dan perdagangan seks, pelecehan seksual, dan pemerkosaan selama lebih dari 30 tahun.

Tidak hanya itu, dugaan pelecehan yang dilakukan pria bernama asli Sean Combs tersebut juga diyakini melibatkan banyak artis top dunia. Hal ini karena selain dikenal sebagai salah satu rapper paling berpengaruh di Amerika, Sean Diddy Combs juga mendapat julukan rajanya pesta mewah di Hollywood.

Ia diketahui kerap mengadakan berbagai pesta mewah pada awal 2000-an, salah satunya pesta tahunan bernama White Party. Pesta itu pada masanya disebut sebagai ajang bergengsi di Hamptons, kawasan elite di New York. Pesta itu rutin digelar P Diddy sejak 1998 hingga 2009. Nama White Party dibuat karena peserta pesta diminta mengenakan pakaian putih. Selain itu, nama White Party dipakai karena pesta tersebut juga diikuti pesohor kulit putih dan para bintang hip-hop generasi baru.

Walau demikian, P Diddy dengan keras membantah semua tudingan itu. Sayangnya, semua bantahan tersebut tereliminasi oleh penggerebekan di kedua sebuah pantai dekat propertinya di tengah penyelidikan federal.

Selama penggeledahan di rumah Diddy yang berlokasi di Los Angeles dan Miami, aparat penegak hukum tidak hanya menyita 1.000 botol baby oil, tetapi juga narkotika, video, dan tiga senjata api tipe AR-15 dengan nomor seri yang telah dirusak.

Diddy juga diduga melakukan aksinya dengan melibatkan sejumlah bintang ternama, seperti Leonardo Dicaprio , Jay-Z, Beyonce, Ashton Kutcher, Paris Hilton, Howard Stern, Russell Brand, Mariah Carey, Jennifer Lopez, Russell Simmons, Usher, dan Meghan Fox. Sementara, penyanyi Justin Bieber disebut menjadi salah satu korban saat Diddy mementorinya.

Diddy kini ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn, New York City, sambil menunggu persidangan yang tanggalnya belum ditetapkan. Jaksa sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan kriminal yang dilakukan Diddy, dan sebanyak 50 korban dan saksi telah diwawancarai.

Jika terbukti bersalah, Diddy akan didakwa atas tindak pemerasan dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup, perdagangan seks dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup dan minimal 15 tahun penjara, serta transportasi untuk tujuan prostitusi dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.