Binaragawan Dan Influencer Justyn Vicky Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia angkat besi dan binaraga, Seorang binaragawan dan influencer asal Bali Justyn Vicky meninggal setelah tertimpa barbel seberat 210 kilogram.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Justyn mengalami kesulitan dalam mengangkat barbel lebih dari dua kuintal tersebut. Dia melakukan squat press atau sebuah gerakan untuk meningkatkan kekuatan di bahu, lengan, serta otot kaki.
Sayangnya, Justyn terlihat kesusahan untuk berdiri tegak dan pada akhirnya selebgram tersebut terjatuh. Barbel yang sedang ia coba untuk diangkat pun jatuh mengenai bagian tengkuk.
Ada orang lain yang membantu Justyn dalam situasi mengerikan itu, namun ia juga kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kecelakaan itu membuat Justyn mengalami patah leher.
Justyn sempat dilarikan ke rumah sakit dan dilakukan operasi darurat, namun karena beratnya cedera yang ia alami dan ada pula tekanan kritis pada saraf vital yang terhubung ke jantung dan paru-paru nyawa Justyn tidak terolong.
Ibu kandung pria kelahiran Jember itu menceritakan bagaimana dirinya sempat ditelepon oleh Vicky sebelum binaragawan itu meninggal usai operasi.
“Dia sempat video call saya, dia mengabarkan sedang dirawat di rumah sakit. Katanya karena tertimpa alat binaraga.” Tutur ibunda Vicky, Busia, di rumahnya di Dusun Sumbermalang, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Jember.
Dalam pembicaraan dengan ibunya itu, Vicky sempat menyatakan bahwa akibat musibah itu dirinya mengalami patah tulang leher. Mendengar kondisi anaknya, Busia pun menangis.
“Tapi dia bilang, ‘ibu jangan menangis, berdoa saja. Saya nanti itu akan operasi’ begitu katanya.” Kenang Busia.
Mengetahui anak pertamanya itu mendapat musibah dan hendak menjalani operasi, Busia pun memutuskan untuk berangkat ke Bali. Dia berangkat ke Bali naik mobil bersama anak Vicky dan mantan istri Vicky.
“Nyampek di rumah sakit sekitar pukul 11 malam. Saya lupa nama rumah sakitnya. Saat itu Vicky sudah proses operasi.” Kata Busia.
Perempuan 52 tahun itu pun menunggu di rumah sakit, namun sekitar pukul 00.05 WITA dia mendapat kabar dari dokter bahwa Vicky, putra pertamanya yang bernama lahir Herman Fausi, telah berpulang.
“Satu jam kemudian saya mendapat kabar Vicky meninggal. Ya sedih dan terpukul saat itu. Tapi gimana ya, kenyataannya kan seperti itu. Saya berusaha sabar meski terus menangis.” Ungkap Busia.
Setelah proses administrasi rumah sakit selesai, jenazah Vicky kemudian dibawa ke Jember. Jenazah pria yang meninggal di usia 34 tahun itu dimakamkan di pemakaman keluarga di Jember.
“Dimakamkan Senin petang di pemakaman keluarga yang ada di belakang rumah.” Tutur Busia.
Paradise Bali, gym tempat Vicky berkerja langsung memberikan penghormatan. Pengelola Paradise Bali menilai Justyn Vicky bukan sekadar seorang ahli fitnes saja.
“Dia itu cahaya dari inspirasi, motivasi dan dukungan tanpa henti. Hari ini, kami berkumpul bersama untuk mengingat kehidupan dari pelatih personal dan teman kami, Justyn. Kami sangat berat harus memberitakan soal kabar duka ini, tapi semangat kami tetap tinggi karena semangat yang selalu diberinya kepada kami semua.” Tulis Paradise bali.
Kabar meninggalnya binaragawan Justyn Vicky setelah tertimpa barbel seberat 210 kilogram turut diberitakan media asing. Peristiwa nahas yang menimpa influencer kebugaran itu pun diberitakan media-media asing. Mulai dari media Spanyol Marca, media yang berbasis di Inggris Daily Mail, hingga Fox News.
“Seorang influencer kebugaran tewas akibat tertimpa barbel saat mencoba squat press dengan beban 210 kilogram dalam kecelakaan mengerikan.” Tulis Daily Mail.
“Seorang influencer kebugaran Indonesia berusia 33 tahu meninggal saat coba mengangkat barbel seberat 450 pound pada 15 Juli. Lehernya patah.” Tulis Fox News.
Justyn diketahui merupakan seorang binaragawan yang pernah menjadi juara di ajang Muscle Beach Bali. Momen kegagalan Justyn mengangkat beban 210 kilogram viral di media sosial. Tidak hanya netizen Indonesia yang memberi komentar, tapi juga ada dari luar. Beberapa di antara mereka menyoroti faktor keamanan saat Justyn mengangkat beban. Dimulai dari tidak adanya rak yang sebenarnya bisa membantu ketika kesulitan mengangkat.
“Beban berat membunuh manusia, itu sebabnya ada rak pengaman. Silahkan pelajari prosedur yang tepat untuk menyelematkan, terlepas beban itu berat atau ringan.” Tulis akun @edclmao.
Akun Twitter @MaheshNairNY juga turut menyoroti faktor keamanan. Tidak hanya rak yang dia anggap harusnya ada, tapi juga kurangnya pendamping Justyn saat mengangkat beban seberat 210 kilogram.
